logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 September 2006 EKONOMI
Line

Dana Asing di SUN Jadi Ancaman

JAKARTA-Dana asing yang ditempatkan di Surat Utang Negara (SUN) dinilai menjadi ancaman agi stabilitas makro ekonomi. Karena investor asing itu sewaktu-waktu bisa mengalihkan secara cepat ke luar negeri.

Pendapat itu dilontarkan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Adianus Mooy di Jakarta Jumat kemarin. Menurut dia, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang masih rendah, mana mungkin masyarakat mampu membeli SUN.

"Karena itu yang paling mungkin membeli SUN orang luar negeri. Ini yang membahayakan, kalau terjadi sesuatu," tuturnya.

Saat ini dari data terungkap, sampai Juni 2006, investor SUN terbesar di luar perbankan, yakni investor asing mencapai Rp 48,37 triliun. Pemegang SUN lainnya, Bank BUMN, Rp 153,68 triliun, disusul bank swata rekap sebesar Rp 81 triliun. Sementara bank swasta nonrekap hanya Rp 38,84 triliun dan Bank Pembangunan Daerah Rp 2,64 triliun.

Selain industri perbankan, BI juga menempatkan SUN senilai Rp 7,47 triliun dalam portofolio manajemennya. Dana dari industri reksadana Rp 13,83 triliun dan perusahaan asuransi Rp 33,09 triliun.

Uang kelolaan dana pensiun yang ditempatkan pada instrumen SUN mencapai Rp 22,64 triliun dan perusahaan sekuritas Rp 340 miliar, lain-lain Rp 4,45 triliun.

Kondisi utang Indonesia hampir sama dengan posisi sebelum terjadinya krisis ekonomi. Yaitu banyak investasi jangka pendek masuk ke Indonesia, terutama ke instrumen investasi protofolio. Bedanya dahulu sebagian besar utang jangka pendek sektor swasta, sekarang sebagian besar utang pemerintah. Karena itu, lanjut Adrianus, jangan bangga kalau pemerintah menerbitkan SUN lalu oversubscribe.

"Dilihat dahulu siapa pembelinya. Kalau sebagian besar dari luar negeri bisa menjadi masalah. Apalagi investor asing yang membeli SUN dari pasar surat berharga (sekunder)," tambahnya. (bn-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA