| Selasa, 12 September 2006 | OLAHRAGA |
Chrisjon Berpikir Unifikasi GelarSEMARANG- Setelah mengalahkan Renant Acosta dari Panama, juara dunia kelas bulu versi WBA Chrisjon berpikir untuk melakukan unifikasi gelar dengan badan tinju dunia lain. Petinju asal Banjarnegara itu masih ingin mempertahankan gelar beberapa kali. Selain itu juga memperbaiki kelemahan dan kekurangannya. ''Soal unifikasi, saya akan membicarakan hal itu kepada manajer dan pelatih dulu. Tapi, sepertinya itu tidak dalam waktu dekat. Mandatory fight lawan peringkat pertama WBA sudah menunggu,'' ungkap Chrisjon yang tiba di Semarang, siang kemarin. Petinju yang punya nama lengkap Christian Johanes itu mengakui kelemahannya saat ini di antaranya bobot pukulan yang kurang mematikan. Hal tersebut bisa dilihat dalam pertarungan lawan Acosta yang berlangsung 12 ronde. Meskipun petinju Panama itu sudah kepayahan dan fisiknya menurun, Chrisjon tidak juga berhasil memukul KO (knock out). ''Sebenarnya, bobot pukulan saya sudah ada kemajuan. Meski demikian, tetap perlu ditingkatkan untuk menghadapi pertarungan berikutnya,'' tegas suami Anna Maria Megawati itu. Tanpa Sambutan Chrisjon tiba di Semarang sore kemarin sekitar pukul 14.30. Dia didampingi istri dan rekannya Johar Lin Eng. Tidak seperti saat menundukkan Juan Manuel Marquez di pertarungan lalu, kedatangan petinju berjuluk The Dragon itu tidak ada sambutan khusus dengan arak-arakan untuk bertemu dengan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip. Hal itu tidak dipermasalahkan pemegang rekor 37 (20 KO) menang. ''Saya ingin istirahat sekitar sebulan. Setelah itu baru memikirkan pertandingan mandatory fight yang rencananya digelar Januari atau Februari 2007. Saya masih menunggu kepastian jadwal tersebut,'' kata Chrisjon yang hanya mendapat luka ringan di dekat mata sebelah kiri akibat berbenturan dengan kepala Acosta.(H13,H32,D3-28) |