| Selasa, 12 September 2006 | OLAHRAGA |
F1 Hormati Keputusan SchumiMONZA - Formula Satu menyatakan hormat terhadap pembalap Ferrari Michael Schumacher setelah pembalap paling sukses itu mengumumkan dia akan mundur pada akhir musim ini. ''Jika orang terbaik di dunia mundur, jelas merupakan hal menyedihkan,'' kata pembalap Austria Niki Lauda, tiga kali juara dunia yang dua kali mundur selama kariernya. ''Anda bisa mengatakan apa pun yang Anda inginkan. Dia memenangi tujuh kejuaraan dunia dan dia mungkin akan memenangi satu lagi. Tak ada seorang pun di dunia seperti dia, dan dia unik.'' Schumacher, yang kini hanya dua poin di bawah pembalap Renault Fernando Alonso, mengumumkan soal itu hanya dua menit setelah kemenangan ke-90 dia selama karirnya pada Grand Prix Italia di kandang Ferrari Minggu. ''Saya selalu mengatakan, keputusan untuk pensiun merupakan urusan dia. Tapi kini keputusan sudah diambil dan saya merasa sedih,'' kata Ketua Ferrari Luca di Montezemolo dalam pernyataan. ''Kami sudah hidup melalui masa-masa tak terlupakan bersama dia. Adakalanya dalam suasana bagus, kadang-kadang sebaliknya, mencapai hasil yang sulit disamai.'' Bos tim Jean Todt menganggap Schumacher sebagai ''orang luar biasa'' (yang) akan menjadi legenda selaku pembalap. Rory Byrne dari Ferrari, ketua perancang yang kendaraannya Schumacher lima kali merebut gelar bersama Ferrari setelah dua kali bersama Benetton, mengatakan, Jerman akan kehilangan seorang sahabat dan kolega serta seorang yang amat profesional. ''Itu akhir karier Michael dalam Formula 1 , akhir dari suatu era,'' kata tokoh asal Afrika Selatan itu kepada Reuters. ''Kalau Anda melihat rekornya, itu akan sulit untuk dikalahkan.'' Pembalap Inggris David Coulthard, runner-up dari Schumacher pada kejuaraan 2001 ketika di McLaren, mengatakan, kemenangan di Monza merupakan momentum yang tepat untuk mengumumkan pengunduran dirinya. ''Terlepas dari masalah apakah orang percaya akan etika Schumacher dalam berlomba atau tidak, Anda harus mengakui dia juara besar dan itu merupakan akhir dari sebuah era.'' Adik Schumacher, Ralf, rivalnya di Toyota, salut terhadap pandangan saudaranya itu mengenai tim lomba. ''Saya yakin dia sudah berpikir keras dan lama mengenai keputusan itu. Saya menghormatinya.'' (rtr,A4,ant-28) |