| Selasa, 12 September 2006 | OLAHRAGA |
Persija Membawa Misi Wajib MenangJAKARTA- Setelah ditahan imbang Persipura Jayapura 1-1 di Lebak Bulus, Sabtu (9/9) lalu, tidak ada pilihan lain bagi Persija Jakarta selain menyerang habis-habisan pada pertandingan leg kedua semifinal Copa Dji Sam Soe Indonesia 2006 di Jayapura, Selasa (12/9) ini. Persija harus merebut kemenangan atau seri minimal dengan dua gol, agar bisa lolos ke final. "Hasil pertandingan pertama tidak menguntungkan kami. Namun sekecil apapun, peluang itu masih ada," kata Pelatih Persija, Rahmad Darmawan ketika dihubungi dari Jakarta, kemarin. Para pemain Persija baru saja mencoba lapangan Stadion Mandala. Persija --klub penuh bintang dengan dukungan dana sangat besar-- sangat berharap bisa memboyong trofi Copa Indonesia ke Jakarta, setelah gagal merebut gelar juara Liga Djarum Indonesia 2006 karena terhenti di babak delapan besar. "Kami akan tampil sangat ofensif. Satu-satunya peluang untuk bisa lolos ke final dan memboyong trofi adalah dengan mencetak gol di Jayapura," tegas Rahmad. Namun, ada kabar kurang menggembirakan bagi suporter Persija. Striker asal Chile, Oscar Aravena dipastikan tidak bisa tampil. Cedera pinggang yang dideritanya pada pertandingan Sabtu ternyata belum pulih. Kemungkinan besar, Rahmad akan mendorong gelandang serang Erick Mabenga ke depan untuk mendampingi Roger Batoum, atau memasang Supaham. Sepertinya pelatih yang musim lalu membawa Persipura ke tampuk juara Liga Indonesia itu akan memilih opsi pertama. Pada leg pertama, Rahmad menyimpan dua gelandang, Mabenga dan Agus Indra Kurniawan, dan baru menurunkan mereka di babak kedua. Saat itu sang pelatih berkilah bahwa kedua gelandang andalan Persija tersebut menderita cedera ringan. Kondisi mereka belum fit sepenuhnya. Namun untuk pertandingan hidup-mati hari ini, Rahmad akan menurunkan mereka sejak awal pertandingan. "Mabenga pasti dimainkan, Agus Indra juga semakin membaik. Kondisi fisik Roger Batoum pun jauh lebih baik dibandingkan pada leg pertama," jelasnya. Tak Bertahan Mengenai strategi untuk menghadapi Persipura nanti, Rahmad akan menginstruksikan pasukannya bermain sabar dan mencegah gawang dari kebobolan pada babak pertama. "Saya melihat pada babak kedua di Lebak Bulus, performa Persipura jauh menurun dibandingkan pada babak pertama. Jadi kami akan bertahan dulu, baru all out attack pada babak kedua," tegasnya. Kemenangan atas Persipura tentunya akan menjadi pembalasan manis atas kekalahan yang diderita Persija pada final Liga Djarum Indonesia tahun lalu. Hasil imbang pada leg pertama tersebut jelas menguntungkan tim Mutiara Hitam --julukan Persipura-- karena mereka hanya butuh hasil 0-0 untuk tampil pada partai puncak yang akan berlangsung Sabtu, 16 September, di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Meski demikian pelatih Persipura Metu Duaramury menegaskan timnya tidak akan tampil bertahan di kandangnya. "Jika ingin lolos ke final, kami harus tampil menyerang meski kami memiliki keunggulan gol tandang. Tidak ada ceritanya Persipura main bertahan di kandang sendiri," ujar Metu. Ia mengungkapkan, tidak akan mengubah susunan pemain yang diturunkan dan strategi pun tidak jauh berbeda dengan saat bermain di Lebak Bulus. "Matikan dua pemain sayap Persija. Jika Mabenga bermain, matikan dia. Selesailah Persija," kata Metu. ''Kami tidak terlalu memikirkan apakah Aravena bermain atau tidak karena dia tidak terlalu berbahaya."(wgm,D3-40) |