| Selasa, 12 September 2006 | OLAHRAGA |
Faktor Keluarga Membuat Suwita MudikSEMARANG- Gelandang bertahan PSIS Suwita Patha mengaku berat hati meninggalkan tim kesayangan publik Semarang itu. Saat dihubungi, Suwita yang berada di Bandung menyebut faktor keluarga membuatnya terpaksa berpisah dengan pasukan Bonggo Pribadi. Padahal, dia telanjur jatuh cinta dengan atmosfer persaudaraan di kubu Mahesa Jenar. "Saya hengkang semata-mata karena alasan keluarga. Sekarang, kami punya si kecil yang harus terus diperhatikan, sedangkan istri juga bekerja. Saya khawatir bila harus berpisah jauh dengan mereka membuat konsentrasi dan fokus bermain menurun," kata eks pemain Persib Bandung ini. Istri Suwita baru saja melahirkan. Menurut Suwita, hal paling berkesan yang ditemuinya di PSIS adalah iklim kekeluargaan yang sangat kental. Hubungan personal baik antarpemain maupun pemain dengan manajemen berlangsung kondusif. Kondisi itu disebutnya jarang terjadi di klub-klub lain. Hubungan antara suporter dengan tim pun terjalin bagus, sehingga mendongkrak motivasi bertanding pemain. Saat disinggung mengenai kabar kepindahan dirinya ke Persib Bandung, Suwita mengatakan belum terjadi pembicaraan antara manajemen tim berjuluk Maung Bandung itu dengan dirinya. Dia juga membantah berita yang menyebutkan kepastiannya bergabung dengan skuad Arcan Iurie Anatolievici itu. "Saat ini, saya sedang menikmati waktu santai dengan keluarga dan si kecil. Belum ada pembicaraan apapun dengan kubu Persib atau tim lain. Yang jelas, saya masih ingin menikmati waktu bersama keluarga," jelasnya. Imral Sedih Imral Usman yang dihubungi terpisah mengaku sedih dengan berakhirnya status pemain PSIS yang disandangnya selama ini. Tak tercapainya kesepakatan nilai kontrak dengan manajemen tim Mahesa Jenar membuatnya urung membela kembali tim kebanggaan Kota Lunpia itu pada musim depan. Pemain yang akrab dipanggil Korea itu mengemukakan, kenaikan harga yang diinginkannya sebenarnya tak berbeda jauh dengan yang ditawarkan manajemen. Namun, mereka tetap gagal mencapai titik temu saat bernegosiasi. Seperti halnya Suwita, dia juga mengaku belum ada tim yang menawari untuk bergabung. (H29,H13-40) |