| Selasa, 12 September 2006 | NASIONAL |
SOSOKMenghargai Hidup
DUA tahun setelah menyutradarai film "Pakaian dan Kepalsuan", Slamet Rahardjo kembali naik panggung. Kali ini ia mengusung naskah "Antigone" adaptasi Jean Anoulilh. "Mengajak orang untuk berani merdeka secara batiniah," katanya di Rumah Kreativitas Teguh Karya, Kebun Pala, Jakarta kemarin. Mengapa aktor kawakan kelahiran 21 Januari 1949 di Serang itu berpayah-payah sudi kembali ke dunia teater? "Karena teater itu adalah ilmu hidup yang mengajar kan kepada kita bagaimana menghormati hidup," ungkap kakak kandung Eros Djarot itu. Lewat naskah yang sarat pesan moral dan kemanusiaan, motor Teater Popular itu berharap pesannya sampai kepada penontonnya. "Karena penonton Popular itu lintas disiplin keilmuannya, dengan berbagai latar belakang kebudayaan. Lewat naskah ini saya yakin mereka juga akan semakin menghargai hidup sebagaimana yang saya harapkan," tegas aktor yang membintangi sejumlah film seperti "Di Balik Kelambu", "Kembang Kertas", "Kodrat", dan "November 1812". (Benny Benke-60) | ||||