| Selasa, 12 September 2006 | MURIA |
Warga Laren Demo Tolak PLTU
REMBANG - Ratusan warga Desa Leran, Kecamatan Sluke, Rembang, Senin (11/9) pukul 13.30, menggelar aksi menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah mereka. Aksi dimulai dari depan Madrasah Diniyah Leran. Mereka kemudian turun ke jalan pantura sembari membentangkan poster penolakan terhadap pembangunan PLTU. Tak pelak, aksi ini menyita perhatian pengguna jalan. Poster tersebut antara lain bertuliskan, ''Dilarang Mendirikan PLTU di Desa Leran'', ''PLTU NO!'', ''Jangan Usik Desa Kami dengan PLTU''. Seusai membentangkan poster di sepanjang jalan pantura, warga melanjutkan aksinya dengan long march menuju rumah penjabat Kepala Desa (Kades) Leran, Imron Rosadi. Massa meminta Imron ikut warga mendatangi calon lokasi PLTU dan mencabuti patok yang ditanam panitia pembangunan PLTU. Namun ajakan warga tersebut ditolak. ''Silakan kalau masyarakat berkeinginan mencabuti patok. Tetapi saya katakan tidak ikut terlibat memerintahkan pencabutan patok itu,'' tegasnya di hadapan warga. Merasa gagal mengajak kades, warga kemudian mendatangi lokasi dan mencabuti patok yang berada di tanah banda Desa Leran tersebut. Pencabutan patok tersebut berakhir pukul 15.00. Geram Sekretaris Forum Masyarakat Desa Leran Peduli Lingkungan (FMDLPL) H Abdul Hanan mengatakan, pencabutan patok itu didasari kegeraman warga terhadap pihak panitia pembangunan. Pasalnya, kata dia, panitia pembangunan PLTU memasang patok tanpa pernah meminta izin kepada warga. ''Ibaratnya mereka itu sluman-slumun tiba-tiba memasang patok. Warga desa sebenarnya sudah membiarkan, karena watak warga yang tidak ingin ribut. Tapi kemudian kok tidak dicabuti lagi. Apa mereka sudah deal dengan warga,'' katanya. Sementara itu, juru bicara FMDLPL Nasuha menambahkan, aksi itu merupakan bukti nyata sikap warga untuk terus konsisten menolak pembangunan PLTU. Menurut dia, Tim Sembilan Pemkab Rembang seharusnya bisa memfasilitasi warga dan PLN sebagai pelaksana proyek untuk memindahkan lokasi PLTU tersebut ke daerah lain. ''Seperti di Desa Dresi, Kecamatan Kaliori ada lahan pinggir pantai yang sangat luas dan jauh dari permukiman. Kenapa tim sembilan tidak berusaha untuk bernegosiasi memindahkan lokasi PLTU ke daerah itu,'' tandasnya. (H19-61d) |