| Selasa, 12 September 2006 | MURIA |
Dipersoalkan, Rencana Jamuan Satu Kontainer Bir di KarimunjawaJEPARA - Pelaksanaan Sail Indonesia 2006: International Yacht Rally di kepulauan Karimunjawa, Jepara , pada 30 September hingga 6 Oktober 2006 mendatang, dipersoalkan oleh Drs H Mufid A Busyairi MPd, anggota DPR RI (PKB, asal daerah pemilihan Jawa Tengah II -Jepara, Kudus, Demak). Hal ini terkait dengan pemberitaan di media bahwa kegiatan kapal layar terbesar di Asia, dengan jumlah peserta diharapkan mencapai 150 kapal layar dari 20 negara ini, akan dijamu dengan satu kontainer bir (SM,15/8). ''Menyediakan bir jelas bisa menyinggung rasa beragama masyarakat Karimunjawa. Apalagi di bulan Ramadan,'' tandas Mufid A Busyairi , yang pada reses Agustus 2006 yang lalu berkunjung ke Karimunjawa. Pada kesempatan bertemu Camat Karimunjawa, Drs Urip Budi Utomo, Mufid mendapatkan penjelasan, rencana itu sedang dibicarakan dengan para tokoh masyarakat, termasuk tokoh agama. Dalam pertemuan awal, masyarakat bisa memahaminya asal itu diatur, dilokalisasi tidak di sembarang tempat. Dia menambahkan, apapun dalihnya, menyediakan jamuan bir -apalagi dalam jumlah sangat besar- sangat tidak pantas. ''Sementara masyarakat menghancurkan botol bir, pihak lain malah menyediakan. Menjamu wisatawan tidak harus dengan bir. Keindahan alam Karimunjawa dengan terumbu karang yang masih alami bisa menjadi daya tarik tersendiri. Masakan khas Karimunjawa pun pasti disukai wisatawan,'' ucapnya. Wakil Rakyat kelahiran Jepara itu mengingatkan, Pemkab Jepara harusnya memahami karakter keberagamaan masyarakatnya. Salah seorang tokoh Karimunjawa H Cipto sependapat dengan Mufid. Sail Indonesia 2006 yang merupakan kerja sama Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan Yayasan Cinta Bahari Indonesia, dimulai dari Darwin, Australia. Peserta akan melewati perairan Indonesia selama 3 bulan, serta akan mengunjungi beberapa destinasi (tujuan) wisata. Pada acara Sail Indonesia 2006, beberapa destinasi yang akan dikunjungi adalah Kupang, Alor, Lembata, Riung, Makassar, Bali, Karimunjawa, dan Kumai. Para peserta akan keluar dari Indonesia melalui Batam. MUI Temui Bupati Setelah wacana satu kontainer bir mengemuka, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara menemui Bupati Drs H Hendro Martojo MM, akhir pekan lalu. Dipimpin Ketua KH Drs Chumaidurrohman, sejumlah pengurus MUI menyampaikan keberatan rencana itu. ''Ada kesepakatan antara Bupati dan MUI untuk tidak mengizinkan adanya rencana pesta bir di Karimunjawa. Apalagi di Jepara sudah memiliki Perda Nomor 4 Tahun 2001 tentang Larangan Minuman Beralkohol,'' ujar Sekretaris MUI Jepara H Mashudi MAg. (kar,H15-17) |