logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 12 September 2006 SEMARANG
Line

''Smart Card Dapat Pantau Siswa Nakal''

  • Kerja Sama SMA 1 Ungaran, UNS, dan Indosat

UNGARAN- Bagi orang tua siswa yang sibuk dengan aktivitasnya, smart card bisa menjadi satu alternatif untuk memudahkan pengawasan terhadap anak. Dengan kartu cerdas tersebut, semua kegiatan dan prestasi sekolah anak dapat dengan mudah terpantau. Smart card merupakan program kerja sama SMA 1 Ungaran dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang didukung PT Indosat. Soft launching dilakukan di aula sekolah tersebut, Senin (11/ 9).

''Dengan kartu cerdas yang dibawa setiap siswa presensi atau kehadiran siswa, dapat dipantau hari apa dan jam berapa dia masuk. Setiap siswa harus menggesek kartu tersebut di anjungan presensi yang disediakan,'' kata Sutanto, Kepala UPT Pusat Komputer UNS. Dia menuturkan, bagi orang tua yang ingin mengetahui apakah anaknya benar-benar masuk sekolah, bisa mengirim short message service (SMS) ke SMA 1 Ungaran, yang telah membentuk tim Electronic Data Processing (EDP). Bila orang tua murid register atau mendaftar di EDP, dari mesin anjungan presensi itu diset langsung ke telepon seluler orang tua murid. ''Database secara internet terkoneksi. Server di UNS sudah connect dengan PT Indosat,'' ujar Sutanto. Untuk mengetahui kehadiran siswa misalnya, orang tua bisa SMS ke SMA 1 Ung (spasi) absen (spasi) NIS dan kirim ke 3011.

Selain kehadiran, uang SPP apakah sudah dibayar atau belum oleh siswa juga bisa diketahui. ''Jadi dengan smart card ini bisa memantau siswa nakal,'' imbuhnya.

Nota Kesepahaman

Sutanto mengatakan, saat ini semua siswa diberi smart card secara gratis. Setelah itu, terserah apakah orang tua murid berkenan menggunakan fasilitas tersebut. ''Untuk program layanan langsung ini, hanya kartu Matrix, Mentari, dan IM3 yang bisa akses ke ponsel orang tua murid,'' ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara UNS yang diwakili Sutanto, Kepala SMA 1 Ungaran Dra Dewi Pramuningsih MPd, dan PT Indosat, Asep Suhendi, Head of Central Java and DIY Regoin.

Dewi Pramuningsih mengatakan, sambutan dari perwakilan komite sekolah yang hadir cukup positif. ''Setiap SMS seharga Rp 1.000. Kami telah membentuk EDP yang melayani semua jenis informasi. Orang tua murid ingin mengetahui misalnya presensi, nilai ujian atau ulangan, kenakalan anak, dan pembayaran SPP siswa cukup mengirim SMS,'' tambahnya. (H14-16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA