| Selasa, 12 September 2006 | KEDU & DIY |
Diminta Dibongkar, Proyek Tak Sesuai BestekPURWOREJO - Komisi B DPRD Purworejo meminta pembongkaran terhadap sejumlah proyek yang pengerjaannya tidak sesuai dengan bestek, dengan harapan agar segera dapat diperbaiki sesuai perencanaan. Ketua Komisi B, Sutarno, mengemukakan hal itu, Senin siang (11/9) kemarin. Dikemukakan, sewaktu Komisi B melakukan peninjauan ke proyek-proyek, pejabat dari dinas terkait juga ikut, sehingga dinas sudah tahu proyek mana saja yang tidak sesuai bestek. Berdasarkan pengamatan dia kemarin, sudah ada beberapa proyek yang dibongkar oleh petugas dari dinas terkait. Lebih lanjut dia menyebutkan, beberapa proyek yang dianggap tidak sesuai bestek itu antara lain rumah dinas Puskesmas Pembantu Seborokrapyak, Banyuurip. Setahu dia, dalam perencanaan, atapnya menggunakan genting pres dari Kebumen. Tetapi ternyata yang terpasang genting dari Kalangan, Salaman, Magelang. ''Saya minta gentingnya diganti,'' tandasnya. Selain itu, pembangunan drainase di Alun-alun Kutoarjo juga diminta dibongkar. Saat ditinjau anggota Komisi B belum lama ini, campuran adonan untuk proyek saluran irigasi itu dinilai kurang baik. Anggota Komisi B, Wiwik Setyo Waspodo, juga menginformasikan, saat anggota komisinya melakukan peninjauan lapangan di beberapa proyek bangunan, mereka mendapati pengerjaan proyek di bawah standar kualitas, bahkan menyalahi bestek. Dia memberi contoh, proyek pembangunan gedung taman kanak-kanak senilai Rp 450 juta di bawah naungan Dinas Pendidikan, dia mendapati usuknya menggunakan kayu albasia, padahal seharusnya kayu Kalimantan. Daun pintunya juga ada beberapa yang pecah, atap/genting tampak bergelombang, lantai belum dipasang, sementara bangunan temboknya tampak miring. Setelah melihat kondisi seperti itu, dia merekomendasikan agar bangunannya dibongkar total. (yon-24) |