Nasional
Jumat, 08 September 2006 : 21.56 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Korban Lapindo Ditawari Bertransmigrasi
Bandung, CyberNews. Warga korban lumpur panas Lapindo, Porong Sidoardjo diminta mempertimbangkan tawaran pemerintah untuk mengikuti program transmigrasi. Pemerintah siap memberikan prioritas bagi yang berminat.

Hal tersebut dikatakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno seusai acara penandatanganan keputusan bersama penyelenggaraan transmigrasi di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Kamis malam.

"Mereka akan saya tawari. Tinggal persoalannya, mereka benar-benar ingin bertransmigrasi tidak, karena program ini tak boleh dipaksakan," tandasnya.

Erman mencontohkan korban bencana gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Saat ini, sedikitnya 140 kepala keluarga sudah menyatakan kesiapannya membuka kehidupan baru.

"Mereka tinggal menunggu daerah penunjukan. Kita sendiri sedang mencarikan tempatnya agar secepatnya bisa ditempati," katanya.

Bagi yang berminat, kata Erman, warga korban Lapindo dapat menghubungi kantor dinas-dinas tenaga kerja dan transmigrasi setempat.

Meski sifatnya tidak memaksa, Erman menyatakan dinas di daerah akan melakukan jemput bola kepada warga korban luapan lumpur hasil pengeboran sumur Banjar-Panji 1 itu.

Dengan demikian, diharapkan akan semakin banyak warga yang tahu tawaran tersebut. "Pokoknya, tetap kita tawarkan," katanya.

Untuk tahun ini, jumlah transmigran diproyeksikan dapat mengisi kuota sebanyak 15 ribu kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sebagian di antaranya dialokasikan bagi korban bencana alam.

Tapi jika melihat jumlah antrian, jumlah tersebut kemungkinan terpenuhi mengingat daftar tunggu peserta transmigrasi diklaim Erman mencapai 50 ribu orang. Menurut mantan anggota DPR RI itu, membludaknya jumlah peserta transmigrasi diakibatkan lokasi transmigrasi yang terlebih dahulu dikembangkan lewat konsep kota terpadu mandiri.

Tahun ini, kota-kota yang dikembangkan lewat KTM yakni Ogan Ilir (Sumsel), Tulang Bawang (Lampung), Kalbar, Riau dan Riau Kepulauan, Kaltim, dan Kalteng, serta pulau-pulau di daerah daerah perbatasan seperti di NTT dan NTB.

( setiady dwie/cn09 )
  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission