logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 08 September 2006 NASIONAL
Line

Penangkapan Suprianto Intern Polisi

  • Belum Dikaitkan Pelatihan Militer MMI

SEMARANG - Penangkapan terhadap salah seorang bintara polisi, Supriyanto, warga RT 1 RW 1, Karangduren, Sawit, Boyolali, oleh Polwiltabes Surakarta, Senin lalu (4/9), baru sebatas kasus indispliner selaku anggota polri.

Kapolda Jateng, Irjen Drs Dody Sumantyawan HS SH melalui Direskrim, Kombes Drs HM Zulkarnain MM menegaskan, penangkapan berdasarkan surat bernomor Pol:Sprin/01/VIII/2006 tanggal 28 Agustus lalu yang ditandatangani Wakapolwiltabes Surakarta, AKBP Iskandar MZ SH, itu karena yang bersangkutan diduga melakukan desersi.

Hingga sekarang, oknum polisi yang ditangkap di rumah kontrakannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, pukul 17:35, Senin (4/9) lalu, itu tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propram) Polda Jateng.

''Itu persoalan intern anggota polisi di bawah Polda Jateng. Kami tidak mengaitkan dengan persoalan lain. Ya, dia (Suprianto-red) memang diduga melakukan desersi. Karena itulah, harus menjalani pemeriksaan di Bid Propam,'' papar Kombes HM Zulkarnain didampingi Kepala Unit Reserse Mobil (Kanit Resmob), AKP Puji Sumarsono SH MH.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik di Bid Propam Polda Jateng, kata dia, belum dikaitkan dengan dugaan keterlibatan dalam pelatihan militer terhadap anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Solo.

Kalau toh berkembang isu atau tudingan pelatihan itu berkait dengan kegiatan terorisme, pihaknya sangat keberatan. ''Wartawan sebaiknya jangan bertanya sejauh itu (terorisme-red) dulu, karena kami baru memeriksa sebatas dugaan tindakan indisipliner atau desersi,'' tutur dia.

Pembelaan

Secara terpisah juru bicara MMI Solo, Adi Basuki mengatakan, pihaknya sebenarnya akan full fight melakukan pembelaan terhadap Supriyanto.

Namun, menurut dia, sementara ini, kasus yang dihadapi oleh yang bersangkutan merupakan persoalan internal kepolisian, sehingga tidak dapat dibela oleh orang luar.

"Kami sudah mengonsultasikan masalah Supri itu ke ahli hukum, ke Tim Pembela Muslim (TPM), dan lain-lain. Tapi keterangan Kapolwiltabes Solo, Supri tidak bisa dibela orang luar, karena persoalannya masuk dalam wilayah intern kepolisian," ucap dia (D12,H30,H21,hsn-23a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA