SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 04 September 2006

- Di tengah era kompetisi global yang menuntut sebuah bangsa untuk bergerak cepat ke depan, kita masih dihadapkan pada problem klasik dan mendasar yakni kemiskinan. Bahkan yang memprihatinkan, angka kemiskinan bukannya semakin berkurang melainkan bertambah. Terutama sejak krisis ekonomi yang parah melanda negeri ini pada tahun 1997.

- Tragedi-tragedi perdagangan perempuan atau woman trafficking hakikatnya adalah sebuah potret buram manusia dalam perjuangan mengubah nasib. Itulah bias sebuah simbiosis: pilihan menempuh seribu jalan guna memperbaiki nestapa kehidupan versus jalan pintas untuk memperoleh uang.

SEJATINYA pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan, mendewasakan, membebaskan, dan memanusiakan manusia. Manusia harus dibuat cerdas dengan pendidikan untuk mempersiapkan sumber daya menghadapi persaingan di era globalisasi. Sayangnya tak jarang pendidikan justru rnenjadi lahan bisnis bagi pihak-pihak yang hanya ingin mengeruk keuntungan di tengah kondisi pendidikan kita yang semakin carut-marut.

WEDANGAN malam mingguan di warung tempe penyet Bu Agus depan pintu gerbang Islamic Centre, Manyaran, Semarang, selalu gayeng. Anggota komunitas wedangan itu beragam. Ada guru, ustad, sopir bus kota, sopir taksi, buruh bangunan, buruh pabrik, tukang becak, PKL, pedagang latengan, blantik alias makelar, PNS, lawyer, dan polisi. Bahkan, ada beberapa pejabat Pemkot yang sesekali nimbrung.

Masyarakat perlu tahu bahwa selain Polri, satu-satunya petugas yang berhak memeriksa kendaraan bermotor di jalan yang berkait dengan persyaratan teknis laik jalan adalah petugas Dishub/ DLLAJ. Sebab petugas tersebut memiliki kualifikasi khusus sebagai Penguji Kendaraan Bermotor (Ps 6 PP 42/93).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA