SUARA MERDEKA
 
INDEKS BUDAYA Senin, 04 September 2006

AKU tahu rasanya disakiti, aku tahu rasanya diselingkuhi, aku tahu rasanya diputusin, aku tahu rasanya disia-siakan, dan aku tahu rasanya dinomorduakan. Aku tahu rasanya...." Pinkan Mambo mengucapkan kalimat itu dalam perhelatan musik "Rhythm the Nite", Sabtu (3/8) malam, di Club 123 Hotel Novotel, Semarang.

KEGEGAPGEMPITAAN suasana kembali terulang dalam perhelatan "Freez 'n Mix", seperti pertengahan Juli lalu, di Laluna Resto dan swimming pool lantai XII Hotel Horison, Semarang, Jumat (1/9) malam. Dalam acara yang disokong A Mild Menthol itu, para clubber bisa menikmati aneka rupa hiburan.

BAND Imbarsa dan DNF, semalam, menutup pameran furniture di Lawangsewu, Semarang. Imbarsa mengajak penonton menikmati lagu-lagu Padi. Pengunjung menyambut 10 lagu yang digeber grup para mahasiswa anak Fakultas Hukum Undip itu.Karakter vokal Isa, sang vokalis, rada mirip Fadly dari Padi.

SEBATANG lidi, seberapapun kuat, tak akan lebih "ampuh" ketimbang seikat sapu. Lidi-lidi yang bersatu padu berupa sapu bisa optimal "bertugas" meraibkan sampah yang mengotori halaman.Filosofi sapu itu agaknya menerbitkan kesadaran para sastrawan Jawa untuk menghimpun diri,

GEREJA Santo Fransiskus Xaverius, Kebon Dalem, Semarang, dan ratusan pengunjung, Sabtu (2/9) malam, jadi saksi kebolehan para pastor, frater, seminaris, dan murid International Brain Academy (IBA) bermusik. Ya, malam itu mereka menyihir pengunjung lewat alunan musik dalam "Konser Peduli Seminari".

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA