| Senin, 04 September 2006 | PANTURA |
Ruang Gerak Teroris Dipersempit
PEKALONGAN - Jajaran Polresta, Sabtu (2/9) siang menggelar razia teroris di sepanjang Jalan Merdeka, depan Gedung Athrium Pekalongan. Lebih kurang 30 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berjajar di jalan itu dan menghentikan semua mobil pribadi serta mobil boks yang bernomor polisi luar kota. Saat razia digelar, ternyata banyak pengemudi yang bertanya tentang kegiatan tersebut. Sebab, secara dadakan sejumlah polisi mencegat dan memeriksa semua barang di dalam mobil. ''Ada operasi apa sih, kok banyak kendaraan dihentikan,'' ujar Sumardi, warga Kudus, yang mengemudikan mobil boks berisi barang elektorik kepada aparat. Setelah polisi mengemukakan, pihaknya sedang merazia teroris, mereka pun mengerti. Sambil manggut-manggut, laki-laki itu masuk ke mobil dan meninggalkan tempat itu. Kapolresta Pekalongan AKBP Drs Agus Dwi Saputro melalui Kabag Ops AKP Wiyoto mengungkapkan, kegiatan merupakan perintah langsung Kapolda. Persempit Ruang Gerak Dia mengharapkan, dengan adanya razia tersebut dapat mempersempit ruang gerak para teroris. ''Operasi seperti ini bukan hanya di Kota Pekalongan. Di daerah lain juga menggelar kegiatan serupa namun waktunya berbeda,'' ujar dia. Lebih jauh dia katakan, sasaran kendaraan yang dihentikan antara lain mobil pribadi dan boks yang berpelat kendaraan luar kota. Setelah mobil berhenti, anggota yang bertugas segera memeriksa barang-barang di dalam kendaraan tersebut. Untuk memudahkan pemeriksaan, pihaknya menggunakan alat pendeteksi. Menyinggung soal kegiatan tersebut, Wiyoto mengungkapkan, semua berjalan lancar. Selama dua jam razia digelar, ujar dia, tak ada satu pun mobil yang mengangkut penumpang atau membawa barang-barang yang dianggap mencurigakan. Namun, dia mencurigai pengemudi yang mengangkut puluhan gelondong kayu jati di dalam truk. ''Namun setelah kami periksa, kayu itu resmi sehingga kami biarkan truk itu melanjutkan perjalanannya ke Jepara,'' imbuhnya. (H4-29j) |