| Senin, 04 September 2006 | OLAHRAGA |
Pemain Merespons PositifSEMARANG- Kebijakan manajemen tim PSIS untuk mempertahankan personel musim lalu mendapat respons positif dari pemain. Harri Salisburi misalnya, mengaku senang dengan langkah tersebut. Menurutnya, terlalu riskan melepaskan pemain pada saat PSSI menerapkan pemusatan latihan jangka panjang bagi timnas senior dan U-23. Apalagi, kompetisi musim depan diikuti oleh 36 klub yang berarti akan lebih banyak membutuhkan pemain berpengalaman. "Hemat saya, seharusnya para pemain yang ada memang dipertahankan. Cara ini memudahkan pelatih untuk mengembangkan strategi dan tidak membuat manajemen tim repot memburu pemain," kata Hari saat dihubungi di Jakarta. Spesialis pengambil tendangan bebas itu juga menyatakan tekadnya untuk tetap membela tim kesayangan publik Semarang. Kondisi tim sangat kondusif, sehingga tercipta kerja sama solid. Hubungan emosional antara manajemen dengan pemain pun sangat bagus. Situasi ini membuat pemain merasa betah untuk bertahan di skuad Mahesa Jenar. Harri menilai wajar rencana manajemen menaikkan nilai kontrak pemain. Kendati gagal menjuarai Liga Indonesia XII/2006, mereka masih unjuk prestasi dengan merebut gelar runner-up. Dengan dipertahankannya pemain lama dan datangnya sejumlah pemain baru potensial, dia optimistis kans menjadi juara musim depan terbuka lebar. Bergabungya ekspatriat asal Cile, Julio Lopez, diyakini Harri akan menambah tajamnya amunisi di lini depan. Kontrak Naik Rencana manajemen menaikkan nilai kontrak juga disambut positif oleh Modestus Indra Setiawan. Kenaikan tersebut dinilai gelandang bertahan itu merupakan penghargaan wajar terhadap kontribusi pemain. "Tentu saja kami sangat bersyukur jika nilai kontrak dinaikkan manajemen. Kami bisa lebih termotivasi dan semangat untuk mempersembahkan yang terbaik," kata mantan pemain Persijatim itu. Pemain yang akrab disapa Tutus itu menyatakan belum berpikir untuk meninggalkan tim kebanggaan Kota Lunpia. Selain tak ingin jauh dengan keluarga yang tinggal di Semarang, suasana di tim disebutnya sangat menyenangkan. Situasinya penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Kondisi itu membuatnya nyaman dan tenang bermain. "Kalau tawaran dari tim lain, sudah ada. Tapi, saya tetap memilih PSIS. Pertimbangannya tak semata-mata masalah uang, tapi juga psikologis. Buat apa main di tim yang tidak bisa membuat saya nyaman walau kontraknya besar? Di PSIS saya mendapatkan ketenangan dan kenyamanan," kata pemain kelahiran 17 Desember 1982 itu. "Kami menghargai keputusan pelatih dan manajemen yang mempertahankan hampir semua pemain. Musim depan kami bisa lebih solid dan kompak. Semoga prestasinya juga lebih baik." (H29,H13-40) |