logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 September 2006 OLAHRAGA
Line

Ikos Tak Punya Hak atas Lintasan Jatidiri

SEMARANG - Lintasan sepatu roda Jatidiri, yang kini dikuasai oleh Klub Ikos Semarang, tidak perlu terjadi. Sebab, lintasan yang kini sedang diributkan tersebut, dibangun oleh pemerintah untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan Klub Ikos semata.

"Saya heran, kenapa lintasan yang dibangun oleh pemerintah itu sampai bisa dikuasai oleh perorangan, yaitu Klub Ikos. Saya tahu persis, lintasan itu dibangun oleh pemerintah bukan untuk kepentingan perorangan, melainkan untuk kepentingan umum, yaitu bisa digunakan oleh seluruh klub di Jateng," jelas Leo Tatang, pendiri Klub Eagle di Lapangan Trilomba Juang, petang kemarin.

Dua lintasan yang bentuknya memanjang dan melingkar tersebut, dibangun pada 1986 setelah atlet-atlet sepatu roda sukses di PON XI Jakarta pada 1985. Waktu itu, atlet- atlet sepatu roda berhasil menyumbangkan lima medali emas, dari 33 medali emas yang direbut Kontingen Jateng.

"Lintasan itu dibangun atas instruksi Gubernur Jateng (Ismail-Red.) sebagai hadiah atas prestasi cabang sepatu roda pada PON XI. Saya tahu persis, karena waktu itu kami sebagai pelatih cabang se-patu roda PON XI," ungkap Leo yang mengaku menjadi pelatih sepatu roda sejak 1978 itu.

Pemerintah, katanya, bisa mengelola stadion, GOR, lapangan tembak, asrama dan jalan-jalan yang ada di Kompleks Gelora Jatidiri, tetapi tidak bisa mengelola lintasan, yang biayanya sangat murah, dan akhirnya pengelolaannya jatuh di Klub Ikos.

"Ironisnya setelah dikelola Ikos, lalu dikomersialkan. Setiap klub yang akan berlatih di tempat itu, harus membayar." (C16-28d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA