logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 September 2006 OLAHRAGA
Line

Tinggal Selangkah McCann Rebut Juara

BANYUWANGI - David McCann tinggal menunjukkan prestasinya hari ini untuk menjadi yang terbaik pada Dji Sam Soe Tour d' Indonesia 2006. Pembalap asal Irlandia dari Giant Asia Racing Team Taiwan itu pun hanya perlu berlomba secara aman.

Atlet berbadan gempal itu tidak perlu ngotot untuk menjadi yang tercepat pada etape terakhir Dji Sam Soe Tour díIndonesia 2006 dari Gilimanuk menuju Denpasar. Pada etape VIII, Jember-Banyuwangi kemarin, McCann masih memakai kaus kuning atau telah tiga kali berturut-turut dengan total waktu 29 jam, 54 menit, 59 detik.

McCann (33) merebut kaus kuning mulai etape VI Madiun-Malang dari pembalap Jepang Shincihi Fukushima yang gagal menyelesaikan finis karena sakit. Dia dibayangi pembalap asal Polygon Sweet Nice Surabaya Vycheslav Dyadichkin dengan selisih waktu 2 menit, 45 detik.

"Semuanya belum berakhir sebelum perlombaan selesai. Namun saya merasa sedang dalam kondisi yang bagus dan yakin bisa mempertahankan kaus kuning ini sekaligus juara," ujar McCann kemarin di Banyuwangi, usai lomba.

Pada etape itu, dia hanya finis di urutan 21. Meski demikian, dia masuk rombongan pembalap yang masuk finis pertama sehingga belum tersalip Dyadichkin yang tiba di urutan 12. Posisi terdepan pada etape VIII itu adalah Sergey Kudentsov (Tim Greenfield Fresh Milk Belanda) dengan waktu 2 jam, 17 menit, 30 detik. Setelah itu, menyusul Erler Tobias (Giant), Heksa Priya Prasetya (Customs Jakarta), Seyed Mustafa Seyed Rezai (Azad University Iran), serta Abdullah Fatahillah (Bintang Kranggan Jakarta).

Fatahillah Pimpin Sprint

Dominasi McCann dalam tiga etape ini juga seiring dengan perolehan nilai Tim Giant. Hingga saat ini, Giant masih memimpin klasemen dibayangi Polygon. Giant juga masih menurunkan empat pembalap yang siap membantu McCann. "Giant sudah memimpin nilai tim dan individu, kami tidak akan terlalu rakus," ujar McCann.

Sementara itu, untuk kategori tanjakan, pembalap Iran Mehdi Faridi Goviz (Azad University) memastikan diri sebagai juara setelah tampil terdepan pada tanjakan terakhir di lereng Gunung Raung, Batu Apit, Banyuwangi. Mehdi merebut kaus Polka Dot dari pembalap Inggris Jimes Sprage (Bintang Kranggan Jakarta).

Pada tanjakan di Banyuwangi, pembalap masih tetap bergerombol dan mulai berpencar setelah memasuki turunan di Genteng dan Glenmore. Jalan turunan yang bergelombang, membuat beberapa pembalap terjatuh. "Jalan bergelombang tadi bisa membahayakan pembalap. Namun secara keseluruhan, saya bisa menikmati balapan ini," ujar Tobias Erler.

Setelah tanjakan, pembalap kini memasuki penilaian kategori sprint atau usai melewati Pasar Kalibaru Banyuwangi. Giliran pembalap Indonesia Abdullah Fatahillah (Bintang Kranggan) mengambil alih posisi terdepan. Fatahillah menjadi pembalap terdepan dalam empat sprint berturut-turut. Dia pun masih mempertahankan kaus hijau dalam dua etape itu.

"Pokoknya saya akan berusaha mempertahankannya hingga akhir," ujar Fatahillah.

Meskipun menyabet empat sprint sekaligus, perolehan poin Fatahillah masih jauh dari pembalap nasional lainnya, Mohammad Radius Ginting (Benteng Muda Tangerang). Ginting mempertahankan kaus merah putih pada lima etape berturut-turut.

Dia menjadi pembalap tercepat tingkat nasional dengan total 30 jam, 12 menit, 48 jam. Posisinya dibayangi pembalap Yogyakarta Mohammad Taufik dengan selisih waktu 10 detik.

Setelah dari Bayuwangi, pembalap akan melintasi Selat Bali mengunakan kapal laut. Etape terakhir baru akan dimulai di Terminal Ferry Gilimanuk dan berakhir di Pantai Kuta Bali. Pada etapa yang berjarak 147 kilometer itu, pembalap akan melakukan sprint di Negara (32,4 kilometer) dan Ubung (116 km).

Awalnya, sprint pada etape terakhir ini hanya di Negara. Namun panitia menambahnya sebagai pengganti sprint di Sumedang yang gagal digelar karena kepadatan arus lalu lintas. (D3-28m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA