| Senin, 04 September 2006 | SEMARANG |
Benahi Listrik Tetangga, Tewas TersetrumSEMARANG - Suharto (35), warga Jalan Sawah Besar VII, RT 4 RW 4, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari tewas tersetrum saat membenahi instalasi listrik milik tetangganya, Minggu (3/8) sore sekitar pukul 15.00. Lelaki yang bekerja sebagai sopir itu tewas dengan luka bakar di betis kiri sepanjang lebih kurang 5 cm. Menurut Nuryadi (30), warga, kejadian tragis itu tersebut bermula saat pemilik rumah Sudarminto (35) meminta bantuan Suharto dan Ketua RT 4 Rubai (37), untuk membetulkan instalasi listrik rumahnya. Ketika itu, korban dan Rubai berbagi tugas. Korban naik ke atas genteng sedangkan Rubai menunggu di bawah. Ditengarai, kejadian nahas itu akibat tangga yang digunakan korban untuk memanjat ke atap genteng jatuh ke samping kiri. Akibatnya, korban ikut juga terjatuh dan kaki kirinya menyangkut kabel listrik yang sedang dibenahinya. Ternyata, kabel tersebut masih teraliri listrik. Selain itu, saat jatuh kepala korban terlebih dahulu menghantam tanah dan mengakibatkan luka memar. Warga yang mengetahui hal itu segera memberi pertolongan dengan melarikannya ke RS Panti Wilasa Citarum. Namun dalam perjalanan, korban mengembuskan napas terakhir. ''Dokter yang memeriksa memastikan kepada warga, korban meninggal akibat tersetrum dan bukan karena luka di kepala,'' ujar Nuryadi. Tewas Menggantung Sementara itu di tempat terpisah, Pardi (65), warga Jalan Karangrejo VI RT 2 RW 7, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik ditemukan tewas menggantung, Sabtu (2/8) petang sekitar pukul 17.00. Orang pertama yang mengetahui kejadian itu adalah istrinya, Sugiyem (45), yang baru pulang berjualan pecel tak jauh dari tempat tinggalnya. Saat itu, Sugiyem mendapati rumah dalam keadaan terkunci. Ketika diketuk beberapa kali, tak ada jawaban. Padahal setahu dia, si suami saat itu sedang berada di dalam rumah. Dibantu warga, pintu rumah kemudian dibuka secara paksa. Betapa kaget Sugiyem ketika mendapati sang suami sudah dalam posisi menggantung dengan seutas tali. Ditengarai, pelaku sengaja bunuh diri. Pasalnya, di tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Selain itu, terdapat pula dingklik di bawah tubuh yang menggantung tersebut. (H21-62j) |