| Senin, 04 September 2006 | SEMARANG |
Tuntutan Warga Nogosaren Dikabulkan
GETASAN - Pemkab Semarang akhirnya mengakui kegigihan warga Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, yang menolak pengurangan pipa saluran air yang masuk ke desa mereka. Meski demikian, warga juga akan membantu perbaikan tempat penampungan di mata air Dandang, Desa Ngrawan, yang selama ini mengalami kebocoran. Hasil itu dicapai setelah ada kesepakatan antara warga Nogosaren, PDAM, dan Pemkab Semarang, Jumat (1/9) di Balai Desa Nogosaren. Dalam pertemuan itu, warga juga meminta perlu dilakukan razia terhadap pengambilan air PDAM secara ilegal. Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Semarang Ir Agus Purwoko Djati mengatakan, dalam pertemuan disepakati diameter saluran air tetap dipertahankan satu setengah inchi. Karena ada kebocoran, perlu perbaikan selama enam. Selama perbaikan warga bersedia menerima aliran air menjadi kecil. Pemerintah juga akan merazia saluran-saluran ilegal. Untuk itu, dia meminta maaf kepada pelanggan PDAM, khususnya warga Argomulyo, Kota Salatiga, karena enam bulan nanti aliran air tidak lancar. Sebelumnya mengemuka, karena kemarau dan ada titik kebocoran, debit air menjadi menyusut. Akibatnya, suplai air ke pelanggan manjadi tidak lancar. Untuk itu, PDAM akan mengurangi saluran ke Nogosaren menjadi satu inchi dan dibuatkan saluran baru. Dalam pertemuan Jumat kemarin, suasana agak memanas, karena warga bersikukuh PDAM dilarang mengurangi saluran pipa. Ketua RW IV Suwar mengemukakan, warga sangat keberatan bila diameter pipa saluran air dikecilkan dari satu setengah inchi menjadi satu inchi. Dengan dikecilkan, otomatis suplai air ke 115 keluarga menjadi terganggu. ''Bagi warga Nogosaren, selain untuk kebutuhan sehari-hari, air juga untuk menghidupi ternak. Kalau dikurangi lalu ternak kami mau makan dengan apa,'' kata dia yang disambut tepuk tangan puluhan warga yang memadati balai desa. Dia menolak anggapan saluran yang masuk ke desanya merupakan penyebab terganggunya saluran air bagi pelanggan PDAM. Kepala PDAM Kabupaten Semarang Cabang Salatiga Harsono mengatakan, dalam hitungan PDAM, untuk kebutuhan air dalam sehari ditambah dengan pakan ternak 59,225 m3/hari atau 0,68 liter/hari. Bila diameter dikecilkan, warga masih tetap mendapatkan lima liter/detik. (dky-37) |