logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 September 2006 SEMARANG
Line

Kijang Vs Trailer di Kaligawe

Seorang Tewas, Enam Luka-luka

GENUK - Mobil Toyota Kijang K-8573-JA yang dinaiki rombongan keluarga asal Pati bertabrakan dengan truk trailer H-1750-GA bermuatan besi di Jl Raya Kaligawe Km 8, tepatnya di depan PT Sinar Amaril, Minggu (3/9). Seorang tewas dalam perawatan di IGD RSI Sultan Agung dan enam lainnya luka parah.

Sopir trailer Komarudin (28), warga Jl Diponegoro, Kelurahan Gulak Galik, Bandarlampung, Provinsi Lampung, ditahan di Mapolantas Polres Semarang Timur. Kedua mobil diamankan di tempat yang sama sebagai barang bukti.

Korban tewas adalah sopir Kijang, Suspiyanto BA (48), warga Jl Syeh Jangkung, Keban, Pati. Sementara itu korban luka parah, Prasetya Adi (14) warga Desa Sidokerto Pati, Cicik Tri Ariyani (30) warga Perumaham RSU Rembang, dan Susilowati (21) yang merupakan putri dari Suspiyanto.

Adapun korban luka ringan adalah Herlina Susilowati SPd (43) yang merupakan ibu dari Prasetya Adi, Suwarningsih SPd (48) istri Suspiyanto, dan Vika Milyaning Susanti (25) yang juga anak Herlina Susilowati.

Sebagian dari mereka menderita luka ringan di kepala dan beberapa bagian tubuh. Oleh dokter IGD I Made Widagda, sebagian dari mereka diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Suwarningsih menjelaskan, pada hari itu rombongan sebenarnya sedang mengantar dua orang yang hendak memulai kuliah di dua lembaga pendidikan. Mereka adalah anak sulungnya, Susilowati, yang kuliah di Akbid Ngudi Waluyo di Kabupaten Ungaran, dan Marita (20), yang kuliah di Akbid Kudus. Marita sendiri merupakan keponakan dari korban Herlina.

Menggunakan Kijang K-8573-JA, kata dia, secara rombongan mereka bertolak dari rumahnya di Pati sekitar pukul 05.00.

Mobil dikemudikan Suspiyanto. Mulanya, mereka mengantar Marita terlebih dahulu ke Akbid Kudus. Sampai di lembaga pendidikan itu sekitar pukul 06.30. Setelah mendapat pengarahan dari kampus, sekitar pukul 10.00, rombongan bertolak ke Kabupaten Semarang.

Keluar Marka

Ketika memasuki Semarang, sekitar pukul 10.30, lanjut dia, mobil melaju dengan kecepatan sekitar 50 km per jam. Ketika sampai di lokasi kejadian, dia melihat truk trailer melaju dari arah barat dengan kecepatan cukup tinggi. Dilihatnya, truk oleng ke kanan hingga keluar dari marka jalan.

''Sepanjang perjalanan saya tidak tidur, tetapi selalu melihat keadaan di depan. Ketika truk itu keluar marka, saya ngomong, lho lho, truk itu bagaimana to, jalan kok keluar marka,'' kata wanita yang saat itu duduk di jok belakang itu.

Dia melihat suaminya tak bisa berkutik mengendalikan mobil. Pasalnya, di samping kiri juga melaju sebuah mobil tak dikenal berwarna putih. Yang bisa dilakukan suaminya hanyalah mengendalikan laju mobil lurus ke arah barat. Tabrakan pun tak bisa dihindarkan. Suasana saat itu sangat histeris dan beberapa penumpang tak sadarkan diri.

Secara terpisah, seorang saksi, Asrip (46) pemilik sebuah bengkel yang tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan, dirinya mengetahui setelah terjadi tabrakan. Bodi Kijang bagian kanan ringsek karena masuk ke kolong truk. Kijang itu terseret truk ke arah timur sekitar 15 meter.

''Saya tidak tahu, kenapa sampai bisa tabrakan. Setahu saya, trailer melaju dari barat sedangkan Kijang dari timur. Tiba-tiba mak bres saja begitu,'' katanya.

Sopir trailer Komarudin membantah bila truknya melaju hingga keluar dari marka. Sebaliknya, dia justru menuding Kijang yang dinaiki para korbanlah yang keluar dari marka. Hal itu, lanjut dia, bisa dilihat dari bekas guratan-guratan di aspal di lokasi kejadian.

''Bahkan saya tidak mengantuk. Semalam saya sudah istirahat di pool,'' katanya sembari menjelaskan, dirinya mengangkut besi dari Jakarta dengan tujuan Surabaya.

Secara terpisah, tim Unit Laka Polantas Polres Semarang Timur dipimpin Aiptu Sobirin masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Hal itu penting untuk mengungkap sebab-sebab kecelakaan. Hingga kemarin, tim masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir trailer secara intensif. (G5-62n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA