| Senin, 04 September 2006 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATBelut Masuk Mulut BalitaTAIPEI - Tim dokter di sebuah rumah sakit di Taiwan kini berusaha keras untuk menyelamatkan jiwa seorang balita, setelah seekor belut meloncat masuk ke dalam mulut dan menyumbat kerongkongannya, kata sebuah harian, Minggu kemarin. Harian Apple melaporkan seorang balita perempuan usia 3 tahun telah diserang oleh seekor belut sebulan lalu dan hingga kini masih dirawat di unit gawat darurat di rumah sakit Mackay Memorial. Menurut harian tersebut, ayah balita itu menangkap sejumlah belut dari laut Agustus lalu dan membawanya ke rumah untuk dimasak dan disantap keluarga. Saat si ayah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk memasak hidangan, seekor belut yang masih hidup dan ada di tangan ayah meloncat masuk ke dalam mulut bocah itu. Saat itu, dia berdiri dekat ayahnya, memperhatikan hewan-hewan berbentuk seperti ular itu. Si ayah menarik keluar belut tersebut namun kepala hewan itu sudah masuk kerongkongan dan masih tertinggal di dalamnya. Bocah kecil itu langsung dibawa ke rumah sakit Mackay Memorial namun luka dan infeksi yang diakibatkan binatang tersebut makin parah dan menyebabkan tim dokter harus melakukan tindakan bedah pada bagian dalam rongga leher hingga rongga dada. Tim dokter juga harus melakukan pembedahan untuk membuat lubang di bagian perut sehingga gadis kecil itu bisa terus diberi makan melalui pipa yang berasal dari tube. Gadis kecil itu hingga kini masih berada di unit gawat darurat Rumah sakit Mackay Memorial dan statusnya dikatakan masih kritis, jelas harian Apple.(ant-26) 800 Tahanan Segera Bebas JERUSALEM - Melalui pertemuan rahasia yang diperantarai Mesir, Israel menyatakan bersedia membebaskan sekitar 800 tahanan Palestina untuk ditukar dengan pembebasan seorang prajurit Yahudi yang diculik militan Gaza Juni lalu. Koran bertiras terbesar di Israel Yediot Aharonot melaporkan hal itu Minggu kemarin. Negara Yahudi itu akan membebaskan tahanan Palestina dalam tiga tahap. Perundingan-perundingan lebih lanjut akan dilakukan untuk menetapkan jadwal waktu pembebasan tahanan. Namun Israel menolak membebaskan Marwan Barghuti yang merupakan pemimpin gerilyawan Palestina dan tokoh penting gerakan Fatah. Militan Gaza menculik Kopral Gilad Shalit pada 25 Juni lalu dalam suatu penyerbuan yang menewaskan dua serdadu lain. Israel merespons aksi penculikan itu dengan menggelar operasi militer besar-besaran ke Jalur Gaza. Sejauh ini, operasi militer itu telah menewaskan lebih dari 200 orang Palestina. Tiga kelompok militan yang mengklaim melakukan penculikan itu telah meminta Israel untuk membebaskan tahanan Palestina sebagai imbalan atas pembebasan Kopral Shalit. Negara Yahudi itu secara resmi meminta Shalit dibebaskan tanpa syarat. Namun media Israel melaporkan perundingan mengenai pembebasan Shalit telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. (rtr-ben-26) |