logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 September 2006 INTERNASIONAL
Line

Annan: Iran Siap Rembuk Nuklir

TEHERAN - Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan bahwa Iran ingin berunding untuk menemukan solusi sengketa nuklir dengan Barat. Namun Teheran tidak akan menghentikan pengayaan uranium sebelum perundingan itu.

Ahmadinejad juga menyatakan Iran mendukung pelaksanaan Resolusi 1701 PBB. Teheran akan melakukan segalanya untuk memperkuat integritas kedaulatan wilayah Lebanon.

''Mengenai isu nuklir, Presiden menegaskan kesiapan dan tekad Iran untuk berunding dan menemukan solusi atas krisis itu,'' kata Annan dalam konferensi pers di Teheran, kemarin.

Annan menambahkan bahwa Iran tidak akan menghentikan program pengayaan uraniumnya sebelum perundingan, sebagaimana diminta Dewan Keamanan PBB.

Sekjen PBB itu melakukan rangkaian lawatan 11 hari ke Timur Tingah untuk memperkuat gencatan senjata yang telah menghentikan perang selama 34 hari antara Israel dan Hizbullah.

Kunjungannya ke Iran dilakukan beberapa hari setelah Teheran tidak mematuhi batas akhir 31 Agustus yang ditetapkan Dewan Keamanan untuk menghentikan pengayaan uranium Republik Islam itu.

Isyaratkan Dialog

Annan Sabtu lalu membahas isu gencatan senjata Lebanon dan ketegangan nuklir dengan para pejabat Iran, termasuk ketua juru runding nuklir Ali Larijani. Kemudian, Sekjen PBB itu bertemu dengan Ahmadinejad kemarin.

Ahmadinejad selama ini tak mau berkompromi mengenai isu nuklir Iran. Barat mencurigai Republik Islam itu ingin membuat bom atom. Namun, Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk membangkitkan listrik.

Iran berkali-kali menganggap remeh ancaman sanksi. Teheran menyatakan, sanksi akan membuat negara-negara industri lebih terpukul ketimbang Republik Islam itu. Sebab, pemberlakuan sanksi terhadap Iran bakal memicu kenaikan harga minyak. Iran adalah negara pengekspor minyak terbesar keempat di dunia.

Dukung Resolusi Lebanon

''Saya kira, isu pemberlakuan sanksi hanyalah bagian dari perang urat saraf,'' kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hamid Reza Asefi. ''Saat ini kita harus berpikir mengenai penyelesaian masalah itu melalui perundingan.''

Mengenai resolusi Lebanon, Iran mendukung sepenuhnya. Resolusi itu mengatur tentang gencatan senjata, perluasan pasukan perdamaian PBB di Lebanon selatan dan embargo senjata terhadap Hizbullah.

''Presiden Iran menegaskan bahwa negaranya mendukung pelaksanaan Resolusi 1701. Dia juga sepakat dengan saya bahwa kita harus melakukan segala upaya untuk memperkuat integritas wilayah Lebanon,'' kata Annan setelah bertemu dengan Ahmadinejad.

Menteri Luar Negeri Manouchehr Mottaki mengatakan, Iran siap bekerja sama dengan PBB untuk melanjutkan perdamaian di Lebanon dan perbatasannya.

Iran membentuk dan mempersenjatai Hizbullah pada 1980-an. Namun saat ini, Teheran hanya memberikan dukungan moral dan politik. Kendati demikian, Barat mencurigai Iran masih menyelundupkan senjata kepada Hizbullah.(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA