| Senin, 04 September 2006 | EKONOMI |
Nelayan Mulai Pakai Alat ModernSEMARANG-Perkembangan dunia perikanan Jawa Tengah, terutama bidang alat tangkap, menunjukkan gejala positif. Hal itu ditandai dengan banyaknya nelayan yang memiliki alat tangkap modern. Direktur Kapal dan Alat Penangkap Ikan Ditjen Perikanan Tangkap, Ir Dedy Heryadi Sutrisna MSi mengatakan hal itu kepada Suara Merdeka usai Temu Koordinasi Penyuluh Perikanan Provinsi Jateng dan DI Yogyakarta di Aula Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) di Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas, baru-baru ini. Kegiatan yang digelar Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Tegal itu, diikuti 42 penyuluh dari Jateng dan DI Yogyakarta. Hadir pula, Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Departemen Kelautan dan Perikanan, Ir Soemardi Suriatna dan Kepala SUPM Negeri Tegal, Agoes Irianto SPI. Dedy mengemukakan, nelayan yang telah memiliki alat tangkap modern terdapat di kabupaten Pati. Sebagian lainnya, di Pekalongan dan Tegal. Sayangnya, keberadaan peralatan modern itu tidak diikuti tenaga penyuluh perikanan yang profesional. Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Departemen Kelautan dan Perikanan, Ir Soemardi Suriatna menambahkan, secara nasional terdapat 1.326 tenaga penyuluh perikanan. Namun yang benar-benar ahli di bidangnya berkisar 5 sampai 10 persen. Bahkan, kini belum ada tenaga penyuluhan perikanan yang ahli di bidang mesin kapal. ''Untuk itu, kemampuan SDM tenaga ahli penyuluh perlu ditingkatkan. Bisa juga, daerah berpeluang membuka penerimaan tenaga penyuluh baru. Sesuai pidato Presiden, pemerintah ini membutuhkan sekitar 60.000 penyuluh, di antaranya penyuluh perikanan. Untuk itu, Gubernur bisa mengajukan permohonan kepada kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait pembukaan tenaga penyuluh. Lalu BKN mengajukan kepada Sekretariat Jenderal Perikanan dan Kelautan.'' Permintaan itu, kata dia, tentu berdasarkan kebutuhan di tingkat Kabupaten dan Kota. Adapun pemerintah pusat akan memfasilitasi dan membina tenaga penyuluh perikanan, sepanjang pemerintah Kabupaten dan Kota membutuhkan tenaga penyuluh guna meningkatkan hasil pertanian maupun perikanan.(G5-33) |