| Selasa, 29 Agustus 2006 | SALA |
Belum Terungkap, Jaringan Pelaku Pencurian BungaKASUS pencurian tanaman hias di Kabupaten Boyolali, belakangan ini cukup tinggi hingga para pencinta bunga harus hati-hati. Dalam dua pekan ini, setidaknya tiga warga di Boyolali rumahnya disatroni sekawanan penjahat. Pencurian bunga dengan kerugian yang cukup besar terjadi di rumah Harsono SKM (34), warga Dukuh Randu, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo. ''Kami sedang mendalami kasus ini dan sekarang terus dikembangkan,'' kata Kapolres Boyolali AKBP Muhari melalui Kapolsek Boyolali Kota AKP Sukamto kepada wartawan. Belum adanya jaringan pencurian bunga hias diungkapkan oleh tersangka pencurian bunga andenium (kamboja jepang), Darto Kamto (34). Warga Dukuh Jombang, Desa/Kecamatan Cepogo yang kini ditahan di Mapolsek Boyolali Kota itu mengaku tidak tidak mengenal tersangka lain yang juga mencuri bunga. Bahkan dia mengaku tidak mengerti jenis bunga yang mahal. ''Saya tidak tahu bunga itu harganya mahal,'' tuturnya saat ditemui di Mapolsek Boyolali Kota. Darto Kamto bersama temannya, Kardi (32), Minggu (26/8) sekitar pukul 01.00 diketahui mencuri bunga di rumah Jumali (35), warga Perumahan Griya Pulisen II, Kecamatan Boyolali. Namun belum sempat hasil kejahatan itu dibawa kabur Darto Kamto kepergok hingga menjadi bulan-bulanan massa. Sedangkan temannya, Kardi kabur. Bunga hias yang belakangan ini menjadi incaran pelaku kejahatan rata-rata harganya memang cukup mahal. Setiap batang harga bunga bisa sampai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Dalam waktu kurang dari satu jam kawanan penjahat menjarah 39 jenis bunga hias yang diperkirakan senilai Rp 53 juta. Kawanan penjahat itu juga mengetahui jenis bunga yang harganya mahal. Bunga yang dijarah di antaranya Antorium Jermani, Antorium Levis, Antorium Biak dan lain-lain. (Suti Harjoyo-67d) |