| Selasa, 29 Agustus 2006 | WACANA |
Surat PembacaSingsetSingset yang saya maksud bukanlah terkait tubuh wanita seperti singsetnya tubuh Nadine Candrawinata ke Miss Universal di Amerika. Saya menulis singset ini sebenarnya terinspirasi oleh berita Suara Merdeka beberapa waktu lalu. Tetulis, KPK menyarankan ada aturan yang mewajibkan pegawai golongan III ke atas wajib melaporkan kekayaannya. Mungkin maksudnya baik untuk pencegahan korupsi di lingkungan birokrat, tetapi bisa juga diartikan penghinaan kepada 99% pegawai golongan itu. Sebagai pensiunan golongan IIID saya nyatakan jutaan pegawai golongan III ke atas hidupnya singset, gali lobang tutup lobang karena gaji yang tidak cukup. Golongan III yang kaya raya adalah mereka menduduki jabatan basah di dinas yang berkaitan pelayanan masyarakat. Bayangkan gaji golongan III maksimum Rp 2 juta. Padahal setelah kenaikan BBM satu keluarga memerlukan Rp 3 juta. Tidak heran banyak guru nyambi ngojek. Jangan bandingkan dengan gaji orang-orang KPK yang kabarnya mencapai Rp 40 juta. Kalau untuk hidup mewah Rp 16 juta/bulan, maka bisa menyimpan Rp 30 juta/bulan atau Rp 360 juta/tahun. Kerja 5 tahun betul-betul jadi jutawan. Berapa juta pegawai golongan III dan IV yang kerja di tempat kering, begitu pensiun tetap jadi kere terselubung. Jadi kalau BPK betul-betul mau memberantas korupsi, tidak tebang pilih. Harus berani mengatakan: Korupsi tidak bisa diberantas sejauh aturan gaji pejabat tidak diatur dengan adil. Begitu juga biaya operasional, contoh biaya reses anggota DPR saja Rp 42 juta untuk 30 hari. Sementara jutaan rakyat kekurangan pangan, balita kurang gizi. Gunakan lagi seruan di masa orde baru misal : eratkan tali pinggang khusus bagi para pejabat negara dari pusat sampai daerah yang gajinya dari puluhan juta sampai ratusan juta rupiah. Pertanyaan, berani tidak menyerahkan hidup diri sendiri. Hidup singset sehat dan adil. Makan tidak makan asal NKRI tetap utuh. Sudarjo Jl S Parman 61, Purwokerto *** SPBU Weleri Tanggal 28 Juli 2006 saya dalam perjalanan pulang dari Cirebon menuju Jogja. Sebelum belok ke arah Sukorejo/Temanggung saya mengisi bensin di SPBU Weleri, Ketika ke arah Sukorejo yang jalannya berbelok naik-turun, mobil ngadat tidak lancar dengan knalpot mengeluarkan asap tebal. Setiba di rumah (Jl Kaliurang Jogja) kendaraan langsung kami bawa ke bengkel. Ternyata setelah diteliti dan isi tangki dikuras, bensin yang diisi di Weleri bercampur solar. Artinya biang keladi semua ini SPBU Weleri atau dari Pertamina. Saya harap yang berwenang menindak SPBU yang berbuat curang. Kepada konsumen berhati-hati tidak menjadi korban. R Masykur Muhammad JI Kaliurang Km 12,5, Sleman *** Berisik Isi Dunia Isi bumi yang bulat, indah, dihiasi oleh matahari, bulan, bintang, pohon, semak, rumput, berbagai hewan dan ada juga manusia berkulit putih, kuning, coklat dan hitam. Semua ciptaan Tuhan yang pemurah, penyayang dan pengasih. Manusia adalah ciptaan Allah yang memiliki rasio dan naluri lebih dari yang lain. Mereka bisa membuat kondisi baik dan buruk. Adalah hal yang baik dan sempurna bila seluruh umat menjadi rukun, damai, tenang dan bersatu padu. Ada sekelompok manusia yang menyangkal. Itu sesuatu hil yang mustahal (yang benar adalah hal yang mustahil). Kalau dunia seperti itu, maka tidak akan ada polisi, tentara, penjara, pencopet, pencuri, koruptor, penipu, penjambret. Lha...lalu apa pekerjaan manusia ?. Inilah berisik dunia. Yang pasti bentuk berisik itu adalah gejolak alam seperti gempa, banjir, angin ribut, kemarau, hujan lebat, manusia bermusuhan saling membunuh. Kalau semua kasus ini tidak ada, maka manusia akan penuh sesak. Jadi setiap waktu manusia wajib waspada, kapan ada bencana alam, perang, baik lokal, maupun perang dunia. Mari selalu berdoa agar dunia aman dan damai. Moeljono HP Jl Banteng Utara VII/I, Semarang *** Kecewa, RSU Tugurejo Pada 25 Agustus 2006 adik saya kecelakaan yang mengakibatkan jari tengah kaki kanan terjepit mesin dan dibawa di RSU Tugurejo Semarang. Setelah tes darah, rongent, pihak administrasi RS menyatakan harus dioperasi hari Sabtu tetapi dengan biaya 25 % lebih tinggi karena operasinya tidak diprogramkan. Saya dari keluarga menyatakan ingin menunggu keputusan dokter dulu apakah harus dioperasi atau tidak, karena menurut bagian rongent tulang jari adik tidak apa-apa. Hari Sabtu dijanjikan ketemu dokternya sebelum pukul 12.00 tapi kenyataan belum datang bahkan dari pagi sampai siang tidak ada seorang dokter pun yang memeriksa adik. Saya kebingungan karena dia terus kesakitan. Baru pukul 13.45, dokter menyatakan harus dioperasi. Saya hubungi bagian administrasi agar adik segera dioperasi. Yang membuat kecewa, bagian administrasi menyatakan bisa dioperasi dengan biaya 2 x lipat. Padahal sebelumnya menyatakan biaya 25 % lebih tinggi. Akhirnya karena merasa dipermainkan dan pelayanannya kurang, adik saya pindahkan ke RS Panti Wilasa Citarum. Di sana langsung dioperasi dan tidak perlu opname. Biaya juga jauh lebih murah. Tolong RSU Tugurejo jangan menjadikan orang yang sedang sakit sebagai ladang bisnis. Winuryanti Utami Jl Wahyu Temurun IV/8, Semarang *** Dari Rosa Jaya Computer Saya menanggapi keluhan Sdr Khusnul SPd di Boja (SM, 25 Agustus 2006) yang membeli komputer second di Rosa Jaya Komputer pada 26 Juni 2006 dengan garansi satu minggu. Saya tawari komputer baru dengan garansi satu tahun (3 bulan repleace tapi tidak mau. Dua minggu kemudian datang dengan membawa CPU (garansi habis), saya perbaiki hingga normal kembali. Tanggal 27 Juli 2006 datang lagi untuk mengembalikan komputer. Saya sarankan beli procesor seharga Rp 125.000 tapi dia minta kembali uang saja. Saya potong Rp 250.000 sebagai sewa selama berada di tempatnya, jadi bukan Rp 300.000 ditambah Rp 125.000. Sampai kini saya masih menerimanya dengan catatan segel tidak rusak. Matheus M Maminggo Jl Tampomas Utr III/28, Semarang *** Anggaran Pendidikan 20% Realita di dunia pendidikan saat ini adalah belum meratanya kualitas. Fokus pemerintah biasanya hanya terpusat di ibu kota dan kota besar, sedang kota-kota lainnya belum mendapat perhatian. Seperti dalam UN, sekolah di Jakarta rata-rata dapat meluluskan siswanya dengan nilai memuaskan dan angka kelulusan provinsi hampir 100%. Salah satu penyebabnya, jumlah porsi anggaran pendidikan di APBN/APBD relatif kecil, sehingga pembangunan fasilitas dan sarana/prasarana belum merata sampai ke seluruh daerah. Pemerintah perlu belajar dari Jerman yang memberi porsi perhatian lebih dengan tingginya anggaran dan subsidi pendidikan. Biaya kuliah relatif lebih murah dibandingkan negara-negara yang punya pendidikan maju seperti Inggris. Hal ini membuat Jerman menjadi tujuan favorit para pelajar cerdas dan menjadikannya punya pendidikan terbaik selain Inggris. Mereka menyadari pendidikan berkualitas bagi generasi muda amat penting. Universitas luar negeri sebenarnya mutunya tak baik dari universitas tanah air. Memang, beberapa yang terkenal kualitas dan tingkat persaingan begitu ketat seperti Harvard USA, University of Cambridge Inggris, Heidelberg Jerman, NUS Singapura. Tetapi mutu universitas lainnya boleh dikatakan biasa saja. Mereka lebih mentereng karena punya fasilitas dan sarana/prasarana lebih canggih dan memadai. Padahal, bagusnya sarana/prasarana tidak menjamin mutu, Ini tugas pemerintah untuk segera merealisasi anggaran pendidikan 20% agar fasilitas dapat dinikmati semua daerah. Bagaimana pun, pendidikan berkualitas akan berujung pada kemajuan bangsa. Semua tentu berharap akan muncul generasi baru berkualitas sebagai penerus bangsa. Ricko Septian Wijaya Siswa SMA Kolese Loyola, Semarang *** Polri Siap Mlayoni Sebenarnya rasa takut dan cemas meneror hati saya setiap hari. Ketika itu saya menulis surat pembaca berjudul "Selamat Pagi Pak Polisi" yaitu tentang kinerja Kepolisian dalam rangka HUT ke-60 Bhayangkara yang di dalamnya terselip kritik. Sebagai kado ulang tahun, saya juga mengirimkan puisi tersebut ke Kapolda . Rasa ketar-ketir menyelinap. Jangan-jangan saya didayangi petugas dan dimasukkan terali besi. Matik aku. Tapi lamunan itu sirna setelah mendapat balasan surat resmi dari Polda Jateng yang mengucapkan terima kasih atas puisi saya tersebut. Matur nuwunBapak Drs Mutamin Sunoto SH MM MH selaku Karo Binamitra atas balasan suratnya. Semoga mendatang Polri tidak hanya bersemboyan " Kami Siap Melayani " tapi juga " Kami Siap Mlayoni " setiap ada pengaduan masyarakat. Agus Eko Santoso Pondok R Patah Blok K1/21, Demak |