logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 29 Agustus 2006 INTERNASIONAL
Line

Nasrallah Sesalkan Skala Perang

BEIRUT - Pemimpin Hizbullah Syekh Hassan Nasrallah menyatakan tidak akan memerintahkan penangkapan dua tentara Israel jika dia tahu hal itu bakal menyebabkan perang sebesar ini. Penyesalan itu diungkapkan dalam wawancara dengan sebuah TV Lebanon yang disiarkan Minggu lalu. ''Jika kami tahu bahwa penculikan tentara itu menyebabkan perang sebesar ini, kami pasti tidak akan melakukannya,'' katanya.

Dia menambahkan bahwa tak satu pun pihak ''menginginkan pertempuran babak kedua''. Gerilyawan dari kelompok militan Islam itu menewaskan tiga tentara Israel dan menangkap dua lainnya dalam serangan lintas batas pada 12 Juli lalu. Serangan tersebut menyulut 34 hari pertempuran yang berakhir dengan gencatan senjata pada 14 Agustus lalu.

''Kami tidak mengira, satu persen pun, bahwa penangkapan tersebut bakal menyebabkan perang skala besar. Andai saya tahu pada 11 Juli bahwa operasi itu akan menyebabkan perang seperti ini, dan Anda bertanya kepada saya apakah saya akan melakukannya? Saya katakan tidak, sama sekali tidak, demi alasan kemanuisaan, moral, sosial, keamanan, militer, dan politik,'' jelasnya kepada stasiun News TV Lebanon.

Pertukaran Tawanan

Dia juga menyatakan Italia dan PBB telah mengadakan kontak untuk membantu menengahi pertukaran tawanan dengan Israel. Namun dia tidak menjelaskan apakah mereka telah menghubungi langsung Hizbullah. Dia juga tidak mengatakan dalam kapasitas apa Italia menyatakan ketertarikannya - atas nama sendiri atau Israel.

Nasrallah menjelaskan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri bertugas mempersiapkan negosiasi tersebut dan hal itu dibahas selama kunjungan Sekjen PBB Kofi Annan ke Beirut, kemarin.

Terjadi ''beberapa kontak'' untuk mempersiapkan pertemuan antara dia dan Annan, katanya. Namun hal itu dilakukan bukan karena alasan keamanan.

''Italia tampaknya mendekat dan berusaha ikut terlibat. PBB tertarik,'' kata Nasrallah. ''Pihak Israel mengakui masalah pertukaran tahanan akan dirundingkan.''

Namun seorang pejabat Israel mengatakan Israel ''tidak berunding dengan teroris'' dan terus menuntut pembebasan tanpa syarat atas dua tentaranya.

Minggu pagi, Wapres Israel Shimon Peres menyatakan tidak ada negosiasi tentang pembebasan tahanan. (ap-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA