| Selasa, 29 Agustus 2006 | INTERNASIONAL |
Badawi Ajak Muslim Serius Berantas KorupsiKUALA LUMUR - Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi sedih mengetahui banyak negara muslim masuk dalam kategori negara paling korup di dunia. Karena itu, dia mengajak umat Islam serius memberantas korupsi. Dia menyampaikan pesan itu dalam pembukaan forum antikorupsi Organisasi Konferensi Islam (OKI) Senin kemarin di Kuala Lumpur. Malaysia saat ini merupakan ketua bergilir OKI. ''Saya sangat sedih mengetahui bahwa negara-negara muslim masih menempati peringkat sangat buruk dalam hal korupsi,'' kata dia. ''Saya tahu, banyak tantangan pembangunan dihadapi umat Islam untuk mengatasi masalah kemiskinan, tata pemerintahan yang buruk, dan keterbatasan kesempatan pendidikan.'' Sambil mengutip laporan Transparency International tahun 2005, dia mengatakan negara muslim hanya mampu mencapai peringkat ke-29 negara paling korup dari 158 negara yang disurvei. Chad merupakan negara paling korup. ''Lebih dari lima posisi terburuk dalam daftar itu ditempati negara-negara muslim,'' kata dia. ''Kondisi ini membuat negara-negara muslim sangat tertekan.'' Transparency International menyatakan, pemeringkatan negara-negara paling korup itu tidak berkaitan dengan agama. ''Itu lebih berkaitan dengan tingkat pendapatan,'' kata David Nussbaum, direktur eksekutif kelompok yang berkantor di Berlin itu. ''Sebagian negara-negara yang berada di peringkat terbawah merupakan negara miskin.'' Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu menyalahkan perusahaan-perusahaan multinasional sebagai penyebab tingginya korupsi di negara-negara muslim. Sebab, perusahaan multinasional itu menjalankan bisnis tanpa memedulikan etika. (rtr-ben-25) |