| Selasa, 29 Agustus 2006 | EKONOMI |
Usaha Tanaman Hias Dorong PerekonomianSEMARANG- Kegiatan usaha tanaman hias diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, pengembangan tanaman hias ini berdampak nyata terhadap penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, dan sumber devisa serta mampu mendorong pertumbuhan industri jasa penunjang. Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, mengatakan, pengembangan industri tanaman hias membutuhkan investasi cukup besar untuk mendukung semua segmen usaha dari hulu ke hilir. Investasi ini dapat dikembangkan melalui penggalangan potensi nasional, baik yang bersumber dari swasta maupun dari pemerintah. ''Kami juga mendorong pengembangan usaha tanaman hias ini tidak hanya di tingkatan lokal saja. Namun juga diupayakan untuk bisa aktif dalam bursa tanaman hias internasional, dengan mengikuti berbagai pameran di luar negeri,'' katanya di sela-sela pembukaan Pekan Florikultura Nasional 2006 di Rimba Graha Senin (28/8). Pameran tersebut diikuti 102 stan dan akan berlangsung selama 5 hari, hingga 1 September mendatang. Pameran tanaman hias ini bisa dibilang terbesar yang pernah digelar di Semarang, lantaran pesertanya tidak hanya berasal dari Jateng. Stan-stan dari pemprov dan pemkot lain juga meramaikan pameran itu, seperti Jatim, Jabar, Banten, DKI, NTB, Sumsel, Bangka Belitung, Gorontalo, Bali, Maluku Utara, hingga Papua. Uniknya, stan dari berbagai daerah itu menampilkan tanaman khas daerah mereka, di antaranya berbagai ragam anggrek endemik, dan buah merah dari Papua. (H22-59) |