| Selasa, 29 Agustus 2006 | EKONOMI |
3G, Babak Baru Industri Telekomunikasi di IndonesiaMenonton Televisi Bisa melalui PonselSetelah generasi kedua teknologi seluler bisa bertahan lebih dari satu dekade, industri seluler di Indonesia memasuki babak baru. Yakni, Generasi Ketiga atau biasa disebut 3G. Bagaimana sebenarnya teknologi maupun prospek generasi seluler terbaru ini. Berikut laporan wartawan Suara Merdeka. Bagi pria yang suka berbohong kepada pasanganya bakal menemui kesulitan jika teknologi 3G sudah familier di masyarakat. Soalnya, dengan adanya teknologi ini memungkinkan pengguna bertatap muka, tidak hanya suara tapi juga gambar. Jadi, dimana posisi pemakai berada akan kelihatan dari background-nya. Layanan 3G ini memungkinkan konsumen dapat mengaplikasikan kombinasi layanan suara (voice), teks, gambar, dan video streaming, ataupun mengakses komunikasi melalui internet broadband (internet pita lebar) secara bersamaan dengan kapasitas pengiriman yang lebih cepat. Memang, banyak yang menyangsikan kesuksesan teknologi ini di Indonesia, seperti ketika orang sempat terheran-heran oleh masuknya keberhasilan jasa SMS (short message services) yang menggunakan teknologi 2G. Salah satu operator pemegang lisensi 3G yang sudah mulai mulai melakukan kick off atau penggelaran adalah Telkomsel. Sementara operator lain yakni PT Excelcomindo Tbk dan PT Indosat PT Telkomsel, Hutchison Telecom, dan PT Natrindo Telepon Seluler yang juga mendapat lisensi diperkirakan tahun ini melakukan hal yang sama. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sendiri akan memberi sanksi kepada operator layanan seluler 3G jika ingkar janji menggelar layanan minimal mencakup dua wilayah propinsi di Indonesia. "Akan ada sanksi jika janji itu tidak dipenuhi," kata Anggota BRTI Heru Sutadi. Untuk tahap awal, layanan 3G Telkomsel sendiri akan tersedia di sembilan kota besar yaitu, Medan, Palembang, Batam, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, dan Balikpapan. Setelah proses penggelaran dan pemerintah memberikan lampu hijau, maka operator seluler akan melakukan komersialisasi. Namun, pelanggan harus melakukan registrasi dahulu untuk dapat menikmati layanan ini. Telkomsel sudah membuka dengan mengirimkan layanan pesan singkat (SMS) 3G yang dikirimkan ke 3636. Apa saja yang ditawarkan penyedia isi layanan (content provider 3G ini? Cukup menarik, salah satunya pengguna handphone yang sudah memiliki fasilitas 3G bisa menikmati sajian film atau menonton televisi di mana pun selama jaringan telekomunikasi nirkabelnya tersedia (video on demand). ''Kalau sudah bisa diimplementasikan pelanggan bisa menikmati berita di liputan 6 di mobil,'' kata Fofo, Direktur Utama PT Surya Citra Media (SCTV) sebagai salah satu content provider. Masuknya teknologio 3G ini menjadikan fungsi dari ponsel tidak lagi sebatas alat untuk berkomunikasi, tetapi juga media untuk mencari ilmu pengetahuan, bertukar pikiran, sekaligus sebagai alat hiburan. Jika pada waktu lalu bentuk dari hiburan itu hanya sebatas game yang sudah terinstal di dalam ponsel, di era 3G game itu bisa diambil dari situs-situs Internet. Bahkan, pengguna bisa menghibur diri dengan mengirimkan klip video kepada orang yang disayangi. Lalu, bagaimana dengan tarifnya? Karena basis teknologi yang lebih maju, tarif komunikasi data di era 3G akan lebih murah dibanding tarif data di telekomunikasi 2G. "Teknologi dan chip-nya lebih advanced bisa lebih murah, karena bisa lebih efisien dan cepat," ujar Direktur Niaga Telkomsel, Yuen Kuan Moon. Dengan teknologi GPRS dan EDGE di era 2G, komunikasi data dilakukan dengan teknologi circuit-switch. Sedangkan 3G memakai teknologi packet switching, jadi tarif dihitung berdasarkan besaran paket yang dikirim, sedangan pada teknologi circuit-switch, tarif dihitung berdasarkan lamanya koneksi yang dilakukan pelanggan. Pasar Potensial Meski sejumlah kalangan menilai Indonesia belum saatnya memakai teknologi telepon seluler 3G, namun nampaknya Indonesia tetap dinilai sebagai pasar potensial layanan ini. ''Suara dan teks saja kini sudah tidak cukup. Orang membutuhkan gambar dan berbagai paket informasi dan hiburan yang sekaligus menampilkan ketiganya, suara, teks, dan gambar,'' ungkap anggota BRTI Koesmarihati Sugondo. Ia memaparkan pertumbuhan pelanggan mobile device yang sangat signifikan, jauh melampaui pertumbuhan pengguna fixed phone yang relatif konstan (perbandingan tahun 2004: 20 juta mobile & 8 juta fixed). Salah satu hal penting dalam layanan 3G ini adalah ketersediaan perangkat. Dari berbagai iklan yang dipasang di surat kabar, fasilitas 3G nampaknya sudah menjadi menu wajib bagi ponsel yang baru. Dalam bulan ini saja setidaknya beberapa produsen sudah merilis. Sony Ericsson meluncurkan ponsel 3G terbarunya yaitu K618. Kemudian Nokia seri 6233 yang kini sudah tersedia di pasaran. Ponsel ini menambah jajaran ponsel 3G Nokia yang kini jumlahnya sudah lebih dari 10 produk. Mulai dari seri 6630, 6280 hingga seri N dan E. Bahkan, N91 yang menjadi primadona, akan diluncurkan dalan waktu dekat. Produk Marketing Manajer Nokia Indonesia, Legi Soegianto mengungkapkan, ponsel 3G akan tersegmentasi seperti ponsel GSM lainnya. Mulai dari harga standar hingga yang premium. Hal ini akan berdampak pada fitur-fitur yang dimiliki. ''Nantinya, harga ponsel 3G akan semakin murah dan bersegmen, mulai untuk middle hingga low end. Ini seiring makin banyaknya ponsel 3G yang beredar di pasaran,'' ungkap Legi. Sementara Motorola, sudah mengumumkan ponsel 3G E1070. Pemain lain yang bakal meramaikan pasar ponsel 3G di Indonesia adalah Samsung. Untuk ponsel 3G Samsung memang tidak seagresif vendor yang lain. Jadi, kita tunggu saja apakah pasar akan merespon hadirnya teknologi terbaru di Industri seluler ini. (Arie Widiarto-59) |