| Selasa, 29 Agustus 2006 | BANYUMAS |
Lewat Siwalan Berharap Dapat MomonganBAGI masyarakat yang tinggal di kawasan pesisiran, tidak asing dengan buah siwalan. Namun mereka yang tinggal di daerah tengah, seperti Purbalingga, tidak begitu mengenalnya. Siapa sangka buah yang bentuknya mirip delima namun ukurannya lebih besar ini konon bisa jadi sarana mendapatkan momongan. ''Sejak saya jualan siwalan di sini 3 hari lalu, sudah ada beberapa pria yang beli untuk tujuan khusus. Katanya jika dimakan setiap hari bisa membuat sperma subur dan bergerak aktif. Jadi bisa membuahi sel telur sehingga istri bisa hamil,'' kata pedagang siwalan, Sarko (29). Sina (36), warga Padamara mengaku setiap hari membeli siwalan di tempat Sarko. ''Saya makan buah ini atas anjuran orang. Katanya kalau dimakan tiap hari bisa membuat sperma sehat sehingga bisa memperoleh keturunan. Namanya juga ikhtiar. Tidak ada salahnya dicoba,'' kata pria yang lama belum dikarunia anak itu. Saat ini hanya Sarko satu-satunya pedagang siwalan di Purbalingga. Warga Tuban, Jatim itu membuka dasaran di Jalan S Parman. Selain menjual siwalan yang masih utuh, ada juga yang sudah dikupas, dan minuman legen dari air nira siwalan. Buah yang utuh dijual Rp 2.000, yang dikupas Rp 3.000, dan air legen satu botol besar Rp 4.000. Pria beranak satu itu mengaku mendapat untung lumayan jika dagangannya cepat laku. Jika sampai jualan lebih dari 15 hari maka keuntungannya hanya sedikit. Selain karena banyak buah yang menjadi tua sehingga rasanya masam dan berkurang kandungan airnya, keuntungan itu menyusut karena untuk makan dan rokok. Satu Minggu Selama mengais rezeki di Purbalingga, Sarko tidur di dasaran jualannya. Hal itu dilakukan untuk mengurangi pengeluaran sekaligus menjaga dagangannya dari pencurian. Konsekuensinya tiap malam dia harus rela tidur beratapkan langit dan ditemani nyamuk-nyamuk ganas. Menurut Sarko, siwalan dapat diolah menjadi makanan lain seperti kolak dan manisan. Siwalan yang muda rasanya manis, campuran antara kelapa muda dan kolang-kaling. Sedangkan air legen didapat dari tangkai pohon siwalan. Legen ini bisa bertahan sampai satu minggu. Selebihnya akan terasa masam. ''Seperti nira kelapa, nira siwalan juga manis alami. Jika disimpan lama akan mengalami fermentasi sehingga kandungan alkoholnya meningkat. Nira siwalan ini biasanya dijadikan minuman penghangat badan. Namun jika dikonsumsi berlebihan bisa memabukkan,'' jelasnya. Siwalan memang belum banyak dikenal di Purbalingga. Selama wawancara kemarin siang, ada beberapa orang yang berhenti karena penasaran dengan buah itu. Mereka mengaku tidak tahu nama buah itu dan tidak tahu pula cara memakannya. Karena penasaran rasanya, akhirnya mereka membeli sedikit dulu untuk dicicipi di rumah.(Arief Noegroho-42) |