logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 24 Agustus 2006 SEMARANG
Line

Anggaran Tunjangan Kesejahteraan PTT Kurang

UNGARAN- Anggaran dana tunjangan kesejahteraan atau insentif bagi pegawai tidak tetap (PTT) di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Semarang, kurang. Sebab, belum lama ini muncul sejumlah nama PTT susulan. Hal itu menjadi salah satu penyebab belum dapat dicairkannya dana tersebut.

''Kemungkinan besar anggaran tunjangan untuk PTT kurang, karena jumlah penerima lebih banyak daripada anggaran yang ada,'' kata Kepala Disdik Nurjanto SH MM di ruang kerjanya, Rabu (23/8).

Anggaran tunjangan tahun ini Rp 7,6 miliar. Didampingi Kasi Pengembangan Tenaga Pendidik Sri Purwaningsih SH dan Dian, staf Bagian Keuangan, Nurjanto mengatakan, nama-nama susulan berasal dari PTT dan guru tidak tetap (GTT) madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA).

''Dasar pembuatan Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) pos tunjangan kesejahteraan adalah nama-nama PTT yang masuk September 2005. Namun, ada yang masih menyusul Oktober dan Desember. Ini membuat kuota penerima semakin banyak,'' paparnya.

Besar uang tunjangan bagi PTT tahun ini di sekolah negeri adalah Rp 200.000/bulan. Di SMP dan SMA swasta, PTT menerima Rp 50.000/bulan. Pegawai wiyata bakti di MI, MTs, dan MA memperoleh insentif Rp 75.000/bulan. ''Kami akan mengajak berunding Komisi D. Yang jelas, Pemda tetap berupaya membantu kesejahteraan pegawai wiyata,'' tandas dia.

Dian menegaskan saat ini pihaknya dalam proses pengajuan dana tunjangan. Nurjanto mengatakan, pihaknya telah mengusulkan agar pegawai yang mendukung dunia pendidikan dapat menjadi CPNS pada 2009. (H14-37s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA