logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Agustus 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Bangga Produk Kita

Dulu kita punya slogan ACI (Aku Cinta Indonesia) dan BPI (Bangga Produksi Indonesia). Saat itu gang promonya sungguh luar biasa. Medianya menyebar mencakup apa saja termasuk dunia layar kaca. Tapi sekarang ke mana slogan itu. Apa karena dianggap berhasil sehingga cukup sampai di sini?.

Atau justru tidak berhasil hingga distop daripada buang-buang duit. Di era globalisasi nampaknya masih layak bila program itu digairahkan kembali. Nasionalisme tidak hanya mencakup hankam saja tapi memakai produk dalam negeri termasuk bagian dari nasionalisme. Barangkali kampanyenya bisa lebih difokuskan ke komunitas menengah atas.

Bila perlu pejabat yang akan kunker ke luar negeri tidak usah disangoni biar tidak belanja. Sudah bukan rahasia umum lagi bila mentalitas konsumerisme telah mendarah daging. Sedang untuk kalangan menengah bawah tidak perlu diajari prihatin, wong tiap hari sudah prihatin.

Maka produk kebanggaan macam batik perlu diberi ruang lebih luas. Tanpa harus gembar-gembor semua bangsa sudah tahu batik adalah produk khas Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan di tengah lesunya produksi dan turunnya ekspor industri tekstil, maka batik dan konveksi padat karya/berbasis industri rumah tangga justru mampu meningkatkan ekspor.

Sejak 1999 bahkan 2003 ekspornya naik 10%. Tahun 1999 produksi batik untuk bahan pakaian sebanyak 46.000 yard (42.062 m) dan 2003 meningkat tajam menjadi 1.000.000 yard (914.400 m).

Persenyawaan kemampuan mengefektifkan dan mengefisiensikan diri dengan meningkatkan kualitas dan menonjolkan kelebihan bangsa, diyakini sanggup bersaing dengan kompetitor lain. Syukur mampu mengglobalkan produk Indonesia sehingga tidak ada yang dipesimistiskan bertarung pada era pasar bebas.

Noor Rofiq

Jl Wamena V/228-229, Ungaran

***

Fanatisme Gubernur

Mencermati sepak terjang gubernur DKI Jakarta seperti melihat kisah dalam film yang menarik untuk diikuti.

Tengok semasa Jakarta "dipegang" Gubernur Ali Sadikin antara 1966-1977. Berbagai hambatan dan rintangan diatasi dengan manuver manis oleh jebolan baret jingga Marinir ini.

Persoalan pembangunan yang tersendat karena kurangnya dana akhirnya terselesakan walau pemecahannya menimbulkan kontroversi seperti melegalkan judi, Bang Ali, pria ganteng ini biasa disapa oleh rakyatnya, terkenal sangat mencintai olahraga.

Bahkan tercatat sebagai satu-satunya gubernur yang mau menjadi chef de mission/ketua kontingen serta rela berpanas-panasan berbaris parade bersama atlet DKI Jaya mengelilingi stadion dalam defile pembukaan PON VII Surabaya tahun 1969.

Gubernur DKI sekarang Jenderal (Purn) Sutiyoso yang akrab disapa Bang Yos kelahiran Semarang, alumnus baret merah Kopassus terkenal karena fanatismenya membela Persija Jakarta.

Dia hampir diidentikkan dengan tim kesayangan masyarakat Betawi itu. Pengorbanannya pun tidak main-main.

Dana dikucurkan memenuhi ambisi jadi juara liga. Pemain asing terpilih mengisi skuad kesebelasan tersebut.

Bang Yos sendiri tidak gengsi untuk nonton bola bareng rakyatnya, melonjak gembira ketika menang atau menitikkan air mata ketika tim Macan Kemayoran kalah adalah biasa baginya.

Kunci yang dipedang Ali Sadikin dan Sutiyoso sebenarnya sederhana yaitu rangkul wartawan, manfaatkan pesona artis dan kecintaan masyarakat pada olahraga. Popularitas gubernur akan naik di mata rakyat.

Ke depan kita berharap fanatisme Gubernur DKI akan menular pada Gubernur Jateng apalagi menghadapi PON 2012 Jateng yang membutuhkan profil pemimpin gila olahraga.

Aryo Widiyanto AMd

Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal

***

Tata Ruang dan

Kawasan Sekaran

Saat ini kawasan Sekaran Gunungpati, Semarang telah berubah manjadi mesin pencetak uang mulai dari pinggir jalan sampai pelosok. Padahal 10 tahun silam, kawasan ini masih terisolasi dari pusat ekonomi. Tumbuhberkembangnya ekonomi masyarakat diduga kuat sejak masuknya kampus IKIP (kini Unnes) pada tahun 1990-an.

Jumlah penduduk Sekaran 2.518 jiwa (Monografi Sekaran, 2006), ditambah mahasiswa Unnes 20.686 jiwa seakan-akan telah menjadi daya tarik tersendiri untuk menggaet pedagang lokal dan nasional untuk berinvestasi. Bersamaan dengan geliat perkembangan ekonomi yang makin melaju ternyata menorehkan permasalah lingkungan.

Desain tata ruang dan rencana strategis pembangunan kawasan Sekaran sampai saat ini tidak pernah terdengar. Sehingga tidak tersedia trotoar, jalan sempit, selokan tidak memadai, tidak ada lampu penerang jalan dan bangunan liar di sepanjang jalan. Juga kualitas air rendah serta hilangnya kawasan hijau dan lahan serapan air.

Sementara itu jam operasi angkot terbatas, jumlah halte tidak memadai, bangunan kos-kosan tidak standar dan kelangkaan sarana sosial.

Lebih ironisnya lagi belum tersedianya tempat pembuangan sampah. Memang letak geografis kawasan Sekaran yang jauh dari pusat pemerintahan, kerapkali tidak menjadi daya tarik media.

Namun apakah kawasan yang mampu menopang ekonomi Provinsi Jateng dengan perputaran uang sekitar Rp 6.961.200.000 (baca: MP, 2006), harus menanggung sendiri berbagai permasalahan ?. Tentunya pihak pemerintah pusat, daerah, investor, masyarakat dan mahasiswa peka. Jangan sampai kondisi ini makin parah karena tidak ada desain tata ruang dan renstra.

Suhadi

Wisma Transformatif Gg Nangka 50

Sekaran Gunungpagi, Semarang

***

Limbah Batu Bara

Saya tertarik membaca berita soal "limbah batu bara dapat dimanfaatkan". Limbah batu bara dapat dipergunakan secara baik untuk beberapa kepentingan. Saya telah menggunakan abu dari batu bara yang sering disebut fly ash untuk industri beton. Dengan komposisi campuran fly ash secara efektif telah menghasilkan produk beton berkualitas.

Hasil tes laboratorium menunjukkan fly ash punya komposisi kandungan mineral di antaranya SiO2 (Silika Oksida) cukup besar. Mineral ini bersifat pozzolanic yang dapat meningkatkan kekuatan yang baik dan keawetan dari produk beton dan bahan bangunan.

Sedang pecahan kecil batu bara dapat dihancurkan menjadi ukuran halus (coal dusce) dipakai dalam industri foundry (peleburan besi) yang kini masih menggunakan media campuran pasir silika, pasir hitam dan bentonit.

Coal dusce dipergunakan sebagai campuran pembuatan core. Contoh core untuk proses pembuatan bodi mesin jahit. Tentu manfaat limbah batu bara ini masih banyak dikembangkan untuk berbagai kepentingan lain.

Ir Suroto T

Tunggul Rt 8/Rw 7 Gondang, Sragen

***

Buat Kasatlantas

Semarang Timur

Warga Perum Plamongan Indah, mohon perlindungan aparat terutama Polantas Resort Semarang Timur. Bertahun-tahun kami diperlakukan tidak adil oleh pengguna jalan lain yaitu para pekerja PT SEI Aparel pada saat tukar shift kerja. Sudah belasan surat pembaca dilayangkan dan tokoh masyarakat juga menyampaikan keluhan namun tidak ada tanggapan pihak yang berwenang.

Sekarang derita kami makin bertambah, jika PT Aparel membuat macet jalan masuk kompleks perumahan kami sejak maghrib sampai isya, kini giliran Satlantas mengambil jatah pukul 06.00 - 08.00 saat para pekerja dan anak sekolah berangkat, dengan membuat jalur pemisah untuk roda dua dan roda empat yang tidak jelas.

Saya tahu maksudnya baik, ingin membuat jalan kami lancar. Tetapi kenyataannya justru membuat macet dan membahayakan pengguna jalan. Dengan memasang rambu kesannya petugas sengaja membuat ''jebakan tikus''. Maksud saya yang salah masuk akan terperangkap dan jadi ''korban tilang''.

Mbok jangan seperti gitu lho. kami rakyat kecil butuh perlindungan. Pagi mau berangkat kerja sudah kena tilang. Belum sarapan harus kehilangan uang yang jumlahnya sama atau lebih besar dibanding upah kerja sehari. Padahal perasan keringatnya dinantikan anak istri di rumah.

Saya perhatikan cara pengaturan marka masih amburadul, kurang memenuhi rasa keadilan. Saya sarankan pengaturan rambu disamakan dengan Jl Brigjen Sudiarto, yaitu setengah jalur dari arah barat dipakai kendaraan dari arah timur dan tidak perlu ada jalur khusus motor. Jadi aturannya konsisten dari Milo sampai Plamongan Indah.

Daryoso

Jl Tusam 1396, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA