| Senin, 07 Agustus 2006 | NASIONAL |
Pusat Lumpur Panas Belum DiketahuiSURABAYA - Ahli geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Lapindo hingga kini belum mengetahui pusat (titik asal) luapan lumpur panas Lapindo, meski musibah itu sudah terjadi sejak 28 Mei. "Kami hanya mengetahui pusat luapan berada pada kedalaman 5.100 hingga 6.300 feet (kaki), sesuai dengan data-data geologis dan analisis fosil yang ada," ujar Manajer Eksplorasi Lapindo Brantas Inc Bambang Istadi, di Surabaya, kemarin. Ia mengemukakan hal itu dalam evaluasi tim bawah tanah dalam penanganan lumpur panas Lapindo bersama Dr Edy Sunardi (ketua Departemen Pengembangan Ilmu IAGI Pusat) dan Dr Makky S Jaya (ahli geofisika ITS Surabaya). Menurut Bambang Istadi yang juga anggota IAGI Pusat itu, pusat luapan lumpur belum diketahui secara tepat, apakah di dalam sumur Banjarpanji-1 (BJP-1) atau di luar, atau ada pada kedalaman berapa secara tepat. "Meski begitu, kami tidak bisa diam saja. Karena itu, kami melakukan upaya penghentian lumpur dengan side tracking (pengeboran menyamping) dan relief well (pengeboran miring) untuk mengetahui pusat lumpur, sekaligus membunuhnya," tegasnya. Dalam evaluasi di kampus ITS Surabaya yang dipandu Ketua IAGI Jatim Ariel Rachman itu, ia menjelaskan, side tracking dan relief well yang dilakukan tanpa mengetahui pusat luapan lumpur itu akan sukses bila pusat lumpur ada di dalam sumur BJP-1. "Kalau pusat luapan lumpur itu ada di luar sumur, tentu perlu cara lain yang akan kami serahkan kepada para ahli geologi untuk memikirkan. Tapi kami harus melakukan upaya untuk mengetahui pusat luapan lumpur itu, ada di dalam atau di luar sumur," ungkapnya. Kendati spekulatif, menurut dia, bila cara side tracking sukses akan dapat diselesaikan paling lama akhir Agustus atau awal September. Bila cara relief well yang sukses, maka akan dapat diselesaikan hingga Oktober. Ditanya tentang penyebab luapan lumpur yang saat ini semakin membesar, ia mengaku tidak tahu, kecuali ada tiga kemungkinan yakni adanya gas yang menekan ke luar. (ant-60v) |