logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Agustus 2006 SEMARANG
Line

Baru 60 % Naker Terdaftar Jamsostek

SALATIGA - Jumlah tenaga kerja di Salatiga yang sudah terdaftar dalam Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) baru 60 persen atau sekitar 9.000 orang dari 15 ribu jumlah keseluruhan tenaga kerja. Tentunya tenaga kerja yang belum terdaftar, menjadi kewajiban dari 213 perusahaan di Salatiga.

Menurut Plt Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Salatiga Drs Sri Jokonurhadi, banyak kendala yang diutarakan perusahaan terkait keengganannya mendaftarkan karyawannya ke Jamsostek. Mulai dari alasan internal yakni tingkat penjualan yang turun, sampai masalah kondisi perekonomian nasional yang tidak menguntungkan usahanya.

''Biasanya yang sering beralasan adalah industri kecil. Kami akui untuk biaya operasional masih belum tertutup. Namun ini merupakan sebuah kewajiban perusahaan yang memiliki karyawan minimal 10 orang,'' katanya.

Di Salatiga, katanya, karyawan terbesar menggeluti bidang garmen. Di Timatex mempunyai karyawan 1.130 orang dan Damatex, karyawannya mencapai 3.477 orang. Dua perusahaan itu telah mendaftarkan seluruh karyawannya dalam program Jamsostek.

Joko sendiri membantah bila selama ini Disnakertrans tidak proaktif untuk sosialisasi kepada perusahaan akan pentingnya Jamsostek. Menurutnya, dinas sudah berupaya berulang kali menyurati perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya ke Jamsostek.

"Sudah berapa banyak surat yang kami layangkan. Mulai dari surat edaran sampai peneguran seputar Jamsostek. Tetapi selalu diabaikan oleh perusahaan. Padahal sesuai UU No 3 Tahun 1992, keberadaan jaminan wajib dilakukan. Sebab jika tidak, akan dikenai sanksi,'' kata Joko. (dky-16d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA