| Senin, 07 Agustus 2006 | SEMARANG |
Pengerjaan Sumur Artesis di TPA Ngronggo MolorSALATIGA- Pembangunan sumur artesis di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngronggo, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, kembali tidak jelas. Seharusnya pertengahan Agustus ini, sesuai dengan jadwal sudah dimulai pengerjaannya. Namun harus molor lagi sampai September, karena proses lelang diulang. Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Salatiga Drs Adi Suprapto MSi mengatakan, tertundanya pembangunan sumur artesis dikarenakan lelang diulang. Saat proses pelelangan pertama hanya diikuti dua peserta. Karena itu, terpaksa DPLH membatalkan proses lelang yang dilakukan beberapa waktu lalu. ''Saya tidak tahu kenapa yang ikut lelang sangat minim. Paling tidak jumlah kontraktor harus lebih dari tiga peserta. Tetapi kami akan terus informasikan untuk membuka lelang. apaling tidak pesertanya lebih dari dua kontraktor,'' kata dia. Penunjukan Langsung Meski demikian, dirinya tidak bisa menjamin September nanti peserta lebih dari yang ditentukan. Berhubung akhir 2006 ini sumur artesis harus terealisasi, maka jalan terakhir yang akan ditempuh adalah melalui penunjukan langsung. Adi mengatakan, cara tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 8 Tahun 2006, yang disempurnakan menjadi Keputusan Presiden (Keppres) No 80 Tahun 2006 mengenai Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam keputusan tersebut dijelaskan bila dalam proses lelang ternyata belum ada hasil sesuai dengan nilai proyek, bisa dilakukan penunjukan langsung. DPLH sebelumnya menyurvei awal di sembilan titik yang memiliki sumber air. Akhirnya ditemukan titik di belakang kantor TPA. ''Di lokasi itulah nantinya pengeboran sumur artesis. Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk membersihkan alat-alat berat yang ada di TPA. Kalau airnya melimpah bisa digunakan oleh warga sekitar,'' ujar dia. Mengenai dugaan adanya gas beracun yang terkandung dalam tanah di areal TPA, Adi mengaku belum mengetahui. Namun, nantinya bila sudah ada kejelasan mengenai kontraktor yang membuat sumur tersebut, dia akan meminta untuk meneliti dulu dugaan gas beracun. "Coba nanti kami cek ulang, apa benar dugaan tersebut. Sebab kalau ada kandungan gas, biasanya dilakukan melalui penelitian panjang,'' ungkapnya. (dky-37s) |