| Senin, 07 Agustus 2006 | SEMARANG |
Wali Kota Dituntut Beberkan Visi-MisiSALATIGA- Kalangan akademisi mulai gerah dengan tidak adanya perubahan terhadap arah pembangunan Salatiga, menjelang 100 hari kepemimpinan H Totok Mintarto dan John M Manoppo SH. Mereka menilai pembangunan sekarang seperti jalan di tempat. Menurut dosen Pendidikan Ekonomi UKSW Salatiga Drs Bambang Ismanto MSi, kedua pemimpin Kota Salatiga yang dipilih langsung oleh masyarakat tidak melihatkan visi-misi pembangunan kota secara jelas. Sebagai contoh, tidak adanya suatu bidang unggulan menjelang 100 hari kinerja mereka. ''Salatiga juga dikenal sebagai kota pelajar. Tapi tidak ada arahan jelas untuk mewujudkan kota ini sebagai kota pelajar. Saya merasakan arah kebijakannya masih setengah-setengah. Seharusnya pemerintah mulai mengembangkan titik-titik untuk sektor pendidikan. Semakin banyak instansi pendidikan berdiri akan kian baik,'' papar dia. Sektor pendidikan perlu dioptimalisasi, karena Salatiga sangat minim pengembangan sumber daya alam (SDA), serta cakupan wilayahnya sangat sempit. Karena itu, sektor pendidikan bisa dimasukkan ke dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Salatiga. Hal sama dikatakan Wakil Direktur Program Pascasarjana UKSW, Dr Drs Sonny Heru Priyanto MSi, bahwa Salatiga sangat memerlukan arahan pembangunan yang jelas. Tri fungsi kota yang meliputi pendidikan, pariwisata, dan budaya serta perdagangan sama sekali tidak ada pengembangan, sehingga terlihat arahan pembangunan ini jalan di tempat. ''Saya melihat tidak ada grengseng langkah nyata Wali Kota menjelang 100 hari kepemimpinannya. Padahal, arahan harus jelas sebagai tindak lanjut visi-misi dia saat mencalonkan diri,'' tandasnya. Kaya SDM Bagi Sonny, RPJMD paling tidak harus selesai dalam tiga bulan ini, terhitung sejak pelantikan Wali Kota. Dengan demikian, sudah ada target prioritas pembangunan kota. Maka, dia meminta adanya peran inisiatif bagi Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk membentuk jaring sosial dalam menampung aspirasi masyarakat. Kota Salatiga berbeda dari daerah lain. Meski tergolong kecil, kota ini banyak memiliki sumber daya manusia (SDM). Sementara itu, Wakil Wali Kota John Manoppo SH dalam sebuah kesempatan mengemukakan, pihaknya telah menyiapkan program pembangunan lanjutan. ''Kami tidak menyebutnya program 100 hari. Perencanaan program pembangunan lanjutan itu sudah ada dan tinggal kami sampaikan kepada DPRD.''(dky,H2-37s) |