logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Agustus 2006 SEMARANG
Line

Air Mengering, Petani Bikin Sumur

DEMAK- Petani di sejumlah wilayah di Demak mulai kesulitan air untuk mengairi tanamannya sebagai dampak musim kemarau. Sebagian besar sungai mengering. Mereka kemudian berinisiatif membuat sumur di dekat sawah.

Seperti para petani di Karangtengah. Pada sawah-sawah di tepi jalan Buyaran-Guntur, banyak terdapat sumur buatan petani. Sumur dibuat di bekas saluran air yang menghubungkan ke sungai. Gorong-gorong sumur bukan menggunakan batu bata atau beton, melainkan dengan anyaman bambu. Meski memiliki kedalaman lebih dari empat meter, air yang dihasilkan sedikit dan warnanya pun hitam.

Salah seorang petani yang bertempat tinggal di Karangtengah, Faozan, terpaksa menggali sumur karena tanamannya membutuhkan cukup air. Seminggu dia harus tiga kali menyirami tanaman melon dan kacang hijau di tanah seluas satu hektare.

Dia membuat sumur bersama tiga petani lain yang lokasi sawahnya berdekatan. ''Kalau tidak kerja sama, bisa jadi tanggungan berat. Ini hanya sumur sementara, jadi memakai anyaman bambu,'' katanya, sambil mengambil air untuk campuran obat yang akan disiramkan ke tanaman.

Sejak akhir Juli, para petani di wilayahnya mulai merasakan kekurangan air. Sungai kecil yang melintang di areal persawahan tidak lagi mengalirkan air.

Sumur bambu juga dibuat oleh Rahim, seorang petani yang mengaku warga Wonokerto. Setiap pagi dia mengambil air di sumur tersebut untuk menyirami tanamannya. (H1-37s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA