| Senin, 07 Agustus 2006 | SEMARANG |
Suhu Udara Capai 33 Derajat CelsiusSEMARANG - Pada Agustus ini suhu udara di Kota Semarang diperkirakan mencapai 33 derajat Celsius. Hal itu terjadi karena radiasi sinar matahari yang mencapai bumi berada pada titik puncak. Selain itu, juga karena tidak ada awan di langit. Dengan kata lain, langit bersih dari gumpalan awan. Demikian dikemukakan Koordinator Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Jateng Widada Sulistya, Sabtu (5/8). Menurutnya, hal itu akan menyebabkan kekeringan di daerah Jateng. Dia juga menerangkan, daerah di Jateng yang akan mengalami kekeringan antara lain Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Banyumas, Kebumen, Wonosobo, Purworejo, Magelang, Temanggung, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, Wonogiri, Kudus, Pati, dan Blora. "Di Blora, kekeringan akan lebih parah dibanding dengan daerah lain karena kawasan tersebut dekat dengan pegunungan kapur," ujarnya. Dia menjelaskan, saat ini kelembaban udara di Semarang berada di bawah batas normal, yakni 65%. Normalnya kelembaban rata-rata 85% - 115% atau 50 mm - 100 mm per bulan. Mengenai suhu di Laut Jawa, dia menuturkan, saat ini suhu udaranya berada di bawah normal, yaitu 26 derajat Celsius atau menjadi lebih dingin. "Normalnya suhu di Laut Jawa 27 derajat Celsius. Menurunnya suhu di sana, karena saat ini tekanan udara di Australia mencapai 1.015 milibar. Normalnya suhu udara di sana adalah 1.014 milibar," jelasnya. Mengenai kemungkinan hujan buatan, Widada berpendapat, saat ini hal itu tidak mungkin dilakukan. Sebab, tidak mudah untuk menciptakannya. Syarat hujan buatan antara lain harus ada awan yang cukup tebal. Selain itu, ketinggiannya harus setengah dari tebal awan tersebut. Syarat lainnya, kecepatan angin yang berada di atas tidak boleh lebih dari 15 knot. "Bila di atas 15 knot, awan akan pecah. Saat ini berdasarkan pantauan kami, kecepatan angin berkisar 20-30 knot," jelasnya. Dia menambahkan, biasanya hujan buatan dilakukan untuk mengisi waduk-waduk yang kering di suatu daerah. (ric-62n) |