| Senin, 07 Agustus 2006 | KEDU & DIY |
Promosi Wisata dengan Bahasa JepangPURWOREJO - Grand final pemilihan Bagus dan Roro Kabupaten Purworejo tahun 2006 berlangsung semarak layaknya acara AFI atau KDI di televisi, Sabtu malam (5/8). Para penonton yang juga pendukung masing-masing peserta membawa poster-poster sambil meneriakkan yel-yel. Acara final pemilihan Bagus dan Roro yang sekaligus merupakan duta wisata kota itu dilangsungkan di GOR WR Soepratman. Dari 40 peserta pada babak penyisihan, yang lolos ke final hanya sepuluh peserta pria dan sepuluh peserta wanita. Mereka diminta maju satu per satu untuk memberikan ceramah singkat yang bertema promosi pariwisata. Sisi menarik dari pidato para peserta, ternyata beberapa di antaranya berpidato dengan bahasa Jepang. Karuan saja pengunjung tidak banyak yang tahu maksudnya. ''Mungkin tim juri juga tidak tahu artinya,'' celetuk seorang panitia. Seperti yang dilakukan peserta dengan nomor undi 13 (Dinar Mukti Adi Nugraha), dia memberikan sambutan dengan bahasa Jepang. Dia berpidato singkat dan vokalnya tidak begitu terdengar, kalah dengan gemuruh suara pengunjung. Peserta dengan nomor undi 19 (Whindy Sanjaya) saat diberi kesempatan tampil berusaha mempromosikan aset wisata dengan berbahasa Jawa. Murid SMA 6 Purworejo itu menyebutkan adanya beberapa potensi wisata religius di daerahnya. Antara lain dia sebut makam bupati pertama Purworejo yang bisa dijadikan objek wisata religius. ''Bangsa ingkang ageng inggih punika bangsa ingkang mulyaaken pepundhen utawi leluhuripun (bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pendahulunya),'' katanya. Acara grand final itu dikemas dengan memanggil satu per satu dari dua puluh peserta untuk berpidato, sehingga cukup menjemukan. Sebagai hasilnya, Tim juri yang terdiri Dicky Wahyudi SE (PT Crrante, Jakarta), Purwandari SPd (SMK 3 Purworejo), dan Sri Pratamaningsih (praktisi), memilih Whindy Sanjaya murid SMAN 6 warga Kebongunung, Loano, dan Nastiti Prawitha Sari juga murid SMAN 6, warga Jl Kalikepuh 1 Purworejo sebagai Bagus dan Roro Purworejo tahun 2006. (yon-24) |