logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Agustus 2006 KEDU & DIY
Line

Pengunjuk Rasa ''Bentrok'' dengan Polisi

  • Tak Puas Dengan Hasil Pilkada

YOGYAKARTA - Ratusan orang yang tidak puas atas hasil Pilkada Kota Yogyakarta, Sabtu lalu (5/8), terlibat bentrok dengan petugas Pengendali Massa (Dalmas) dari Satuan Sabhara dan Satbrimob Polda DIY. Massa yang tidak puas karena jagonya kalah itu memaksa dilakukan penghitungan suara ulang.

Untuk mengatasi massa yang makin beringas, petugas terpaksa melepas tembakan peluru hampa. Kendaraan penyemprot air, water cannon, dan anjing penghalau massa juga dikerahkan untuk mengendalikan mereka.

Setelah sekitar satu jam bentrok, akhirnya massa yang terdiri atas aktivis Himpunan Mahasiswa K-Gol itu pun bisa dikuasai. Namun, dua pengunjuk rasa mengalami luka dan beberapa lainnya ditangkap petugas karena dianggap merusak mobil KPUD.

Namun peristiwa yang terjadi di lapangan parkir Stadion Mandalakrida Yogyakarta itu hanyalah latihan (simulasi) Dalmas standar Polri yang baru. Selain muncul kesan bahwa petugas memang sudah siap, simulasi standar baru Dalmas itu juga menggambarkan bagaimana Polri menghormati dan menghargai hak asasi manusia (HAM) pengunjuk rasa.

Tidak Lagi

''Polri tidak lagi menggunakan gas air mata,'' ujar Kapolda DIY Brigjen Drs Bambang Aris Sampurno Djati MSi kepada wartawan, seusai menyaksikan peragaan, termasuk dengan melibatkan seorang perwira menengah (pamen) sebagai negosiator dan kesiagaan tenaga kesehatan dari bidang kedokteran dan kesehatan (biddokkes). Tidak seperti sebelumnya, hanya seorang kapolsek.

Kapolda mengatakan, untuk mendapatkan gambaran bagaimana pasukan Dalmas menghadapi keadaan sebenarnya, massa pengunjuk rasa sebagai penimbul situasi beraksi seperti demo sungguhan. Pengunjuk rasa berasal dari personel muda Polri yang antara lain seolah-olah berusaha merebut tameng, menutupi mobil penyemprot air, membakar ban bekas, ataupun melemparkan potongan-potongan kayu dan sebagainya.

Simulasi yang dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda DIY AKBP Drs Seno itu berjalan lancar dan tertib serta mendapat sambutan hangat pejabat Muspida Kota Yogyakarta dan masyarakat yang menyaksikan. Sementara itu, KPUD Kota Yogyakarta sudah menetapkan pilkada di kota itu akan dilakukan pada 26 November mendatang. (P58-39n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA