logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Agustus 2006 KEDU & DIY
Line

Kadar Tembaga dalam Darah Bisa Akibatkan Kelumpuhan

YOGYAKARTA - Mengonsumsi ikan dan kerang yang terkontaminasi tembaga secara terus-menerus menyebabkan kandungan tembaga dalam darah melebihi ambang batas kritis yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 1.200 ppb, dan hal itu bisa mengakibatkan kelumpuhan.

Kadar tembaga yang tinggi dalam tubuh bisa mengakibatkan mutasi gen. Mengingat pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah itu banyak mengandung tembaga maka perlu dipikirkan cara pengolahan limbah yang dapat mendetoksifikasi tembaga dari perairan.

Demikian disampaikan Ir Wahyu Irawati MSi, alumnus Fakultas Pertanian Jurusan Agronomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dan lulusan Program Pascasarjana Fakultas Biologi UGM Yogyakarta, ketika menyampaikan disertasinya untuk memperoleh derajat doktor dalam ilmu antarbidang (bioteknologi) dari UGM, Sabtu (5/8).

Lulusan S-3 yang belum bekerja itu dalam ujian promosi di Sekolah Pascasarjana UGM dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Bertindak selaku promotor adalah Prof Dr Ir Joedoro Soedarsono dengan kopromotor Prof Dr Ir Triwibowo Yuwono MSc dan Dr Hari Hartiko MSc.

Menurut Wahyu, pengolahan limbah dapat dilakukan dengan cara kimia, fisika, dan biologi. Bahkan akhir-akhir ini pengolahan limbah secara biologis dengan menggunakan mikrobia mempunyai potensi untuk mengikat logam berat sehingga terjadi detoksifikasi limbah.

Pengikat Logam Berat

Mikrobia dapat sekaligus dimanfaatkan untuk proses pengunduhan kembali logam yang bersifat toksik ataupun yang bernilai tinggi. Sel-sel mikrobia dapat digunakan berulang-ulang sebagai gen pengikat logam berat.

Wahyu Irawati juga mengtakan, pendekatan aplikasi mikrobia dalam bioremediasi lebih diutamakan pada penggunaan populasi asli mikrobia yang memiliki kemampuan mengikat tembaga sesuai dengan konsentrasi polutan di lingkungan tersebut.

Pengolahan limbah oleh PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dilakukan dengan menggunakan lumpur aktif, yaitu campuran mikrobia yang mampu berperan dalam proses bioremediasi limbah. Proses pengolahan itu dapat menurunkan konsentrasi tembaga sampai 0,5 ppm sehingga limbah dinyatakan layak dibuang ke sungai.

Dikatakan pula, mikrobia yang digunakan dalam proses pengolahan limbah PT SIER adalah populasi mikrobia asli dari 350 industri di kawasan PT SIER. Mikrobia tersebut digunakan berulang-ulang dalam setiap proses pengolahan limbah dengan konsentrasi 4-6 kg/m3.

''Penelitian eksplorasi bakteri resisten tembaga yang terdapat di dalam lumpur aktif belum dilakukan secara intensif. Namun isolasi bakteri resisten tembaga yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bakteri di dalam lumpur aktif resisten hingga 6 mm CuSO4 dan dapat mengakumulasi 174,08 mg tembaga per gram berat kering sel,'' tambahnya. (P12-39n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA