logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Agustus 2006 KEDU & DIY
Line

Pascagempa, 140 Ribu Orang Menganggur

YOGYAKARTA - Gempa bumi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Akibatnya, sebagian di antara mereka memutuskan untuk bekerja ke luar negeri.

Tercatat setiap hari sedikitnya 20 orang mendaftarkan diri menjadi calon tenaga kerja Indonesia (TKI) melalui perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) DI Yogyakarta.

''Kalau kami hitung setiap bulannya rata-rata sekitar 500 - 1.000 orang yang ingin bekerja ke luar negeri,'' kata Ketua Paguyuban PJTKI DIY Gimmy Rusdin, kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin.

Namun karena keterbatasan dana, tidak semua pendaftar bisa diberangkatkan ke luar negeri. Bantuan dari Pemprov DIY, Yayasan Transmigrasi ataupun BPR tidak mampu memenuhi permintaan calon TKI yang ingin bekerja ke luar negeri yang jumlahnya sangat banyak itu.

Tingginya minat masyarakat untuk bekerja sebagai TKI, karena sejak gempa bumi itu banyak pengangguran lantaran pabrik atau tempat mereka bekerja sebelumnya rusak total sehingga tidak beroperasi lagi.

Sebab, pascagempa itu banyak home industry dan tempat-tempat usaha lainnya yang hancur hingga tidak mampu beroperasi lagi. Akibatnya, jumlah pengangguran di Yogyakarta melonjak tinggi.

Berdasarkan data Depnakertrans, kata Gimmy, jumlah pengangguran di DIY bertambah sekitar 61.000 orang dari jumlah semula 87.000 orang sehingga totalnya sekarang sekitar 140.000 orang.

Dari jumlah itu, akhirnya ada yang memutuskan untuk menjadi TKI ke luar negeri. Namun sayangnya, mereka tidak mempunyai dana untuk menjadi TKI karena harta benda mereka sudah habis di terjang gempa.

Oleh karena itu, ia sangat berharap pemerintah membantu mengucurkan dana sehingga para calon TKI itu bisa bekerja ke negeri orang. ''Seperti yang dilakukan Pemprov Jateng, yakni memberi bantuan 50% kepada TKI yang benar-benar tidak mampu,'' katanya.

Mestinya, tambah Gimmy, pemerintah memperhatikan nasib mereka, apalagi TKI merupakan penghasilan nomor dua devisa negara setelah minyak bumi.

Untuk itu, Gimmy berharap pemerintah setempat membantu atau paling tidak urun rembuk untuk bisa memberangkatkan mereka menjadi TKI ke luar negeri.

Sebab dalam kondisi seperti saat ini, mereka betul-betul butuh pekerjaan. Akibat gempa 27 Mei lalu, mereka selain kehilangan harta benda, juga kehilangan pekerjaan. (sgt-39n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA