logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Juli 2006 RAGAM
Line

Jangan Remehkan Batuk Pilek pada Anak

BATUK dan pilek adalah penyakit saluran pernapasan yang paling sering menyerang bayi dan anak-anak. Bisa pula menyerang orang dewasa tetapi karakteristiknya berbeda.Pada bayi dan anak serangannya cenderung lebih berat karena infeksi mencakup daerah sinus paranasal, telinga tengah, dan nasofaring yang disertai dengan demam tinggi.

Pada orang dewasa infeksi batuk dan pilek hanya meliputi daerah yang terbatas serta tidak menimbulkan demam tinggi. Penyebab penyakit itu adalah virus. Masa menularnya beberapa jam sebelum gejala timbul hingga 1-2 hari sesudah gejala hilang.

Penyakit yang umumnya mewabah pada pergantian antara musim hujan dan kemarau itu sebenarnya self limited disease atau akan sembuh sendiri dalam 5-6 hari jika tidak ada invasi kuman lain.

Batuk pilek adalah penyakit yang gampang menular. Pada anak-anak penularannya lebih mudah karena baik di sekolah, taman bermain, maupun tempat umum lain kemungkinan terjadi kontak sangat besar.

Ada dua jenis batuk pilek, yakni yang disertai demam dan tak disertai demam. Batuk pilek tanpa demam biasa terjadi karena iritasi atau alergi debu dan udara dingin. Jika si kecil memiliki alergi atas faktor-faktor tersebut berarti harus dihindarkan dari pencetusnya,yakni debu dan udara dingin.

Selain itu, bayi sebaiknya tak diberi bedak tabur pada wajahnya. Berbeda dengan orang dewasa si kecil tidak dapat menahan napas ketika memakai bedak.

Jadi, ketika ia bernapas bedak akan terisap melalui hidungnya sehingga selanjutnya akan memicu kemunculan batuk dan pileknya.

Jika batuk pileknya ringan dalam arti hidungnya tak terlalu mampat, batuknya tak terlampau berat, dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari bisa diatasi dengan obat yang banyak dijual di pasaran.

Tetapi obatnya jangan diberikan secara terus-menerus. Kalau dalam 2-3 hari tak mengalami perbaikan, sebaiknya dibawa ke dokter.

Soalnya, pilek bisa berakibat komplikasi ke telinga, misalnya terjadi infeksi pada telinga atau congekan. Bahkan bisa sampai ke sinus walaupun jarang sekali terjadi.Batuk pilek yang disertai panas biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Pencetus yang paling sering adalah faktor lingkungan.

Bila di rumah ada seseorang yang terkena flu, entah ibu, bapak, kakak, atau pengasuhnya, akan mudah menular pada bayi yang masih rentan terhadap penyakit.

Jadi, jauhkan bayi dari orang-orang yang tengah batuk pilek. Jangan pula membiarkan orang yang batuk pilek sampai mencium bayi. Kalau perlu gunakan masker saat merawat si kecil.

Penting diketahui bahwa batuk pilek tidak menular melalui air susu ibu (ASI), sehingga walaupun sang ibu tengah batuk pilek, menyusui tetap harus jalan.

Terpenting hindari kontak muka ke muka atau kontak secara tak langsung. Contohnya ibu habis membersihkan hidung lalu memegang si kecil sehingga akan tertular juga.

Sebenarnya batuk pilek bukan penyakit berbahaya, tetapi akibat sampingannya yang sering membuat khawatir. Si kecil susah bernapas lantaran hidungnya mampat sehingga bernapas melalui mulut.

Jika diberi susu, mulutnya akan menutup sehingga menjadi susah bernapas. Minum susunya pun lebih lama sehingga takaran yang dikonsumsi berkurang.

Menghadapi masalah itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan hidung si kecil. Bila lendirnya tak terlalu kental, sedotan hidung atau nasal aspirator bisa digunakan.

Dokter biasanya memberikan cairan yang bisa mengencerkan lendirnya. Bila lendir sudah encer, akan tertelan melalui mulut dan dibuang melalui kotoran.

Selain itu, si kecil harus mengonsumsi banyak cairan karena bisa mengencerkan lendir. Tentu itu sangat membantu karena lendir yang kental akan membuat batuknya menjadi berat.

Kalau menggunakan pendingin udara atau AC, sebaiknya temperaturnya tidak terlalu dingin dan si kecil jangan banyak kena angin dulu.

Selain virus, batuk pilek bisa terjadi karena bakteri. Biasanya disertai panas dan gejalanya lebih berat, yaitu tenggorokan berwarna merah.

Komplikasi

Jika terus berlanjut, bisa mengakibatkan komplikasi berupa radang telinga tengah. Namun sakit telinga tak selalu terjadi pada kasus batuk pilek.

Kalau cairan atau lendir banyak keluar dari hidung bayi dan membuat napasnya tersumbat, beri obat tetes hidung atau sedot cairan hidung dengan alat khusus.

Orang tua tak perlu cemas jika bayi atau anak balitanya batuk pilek. Kalau disertai panas, berikan obat penurun panas.

Jangan lupa beri makanan yang bergizi cukup, terutama yang mengandung vitamin dan mineral semisal buah-buahan atau jus, serta diberi minum yang banyak, terutama ASI bagi bayi.

Namun jangan meremehkan atau menyepelekan penyakit batuk pilek pada bayi dan anak-anak, khususnya balita. Sebab, kalau tidak berhati-hati menangani bisa menimbulkan komplikasi.

Antara lain bisa menimbulkan infeksi telinga karena batuk pilek oleh virus yang tak sembuh-sembuh sehingga virus masuk ke dalam saluran telinga.

Bisa juga karena telinga kemasukan air yang mengandung kuman, sehingga mengakibatkan peradangan pada saluran telinga tengah.

Gejalanya adalah sakit pada telinga dan panas yang tidak turun-turun selama 2-3 hari. Harus segera dibawa ke dokter. Kalau tidak segera ditangani, gendang telinga bayi bisa meradang dan pecah.

Jika tak diobati, lama-lama radang telinga makin parah dan menimbulkan nanah. Kalau nanah pecah, cairan itu akan keluar dari telinga dan berbau tidak enak.

Dalam jangka panjang apabila radang tersebut tidak ditangani, diobati, dan dirawat secara baik, sistem pendengaran akan rusak.

Komplikasi lainnya sinusitis paranasal yang terjadi pada anak-anak yang sudah besar karena pada bayi dan anak kecil sinus paranasal belum tumbuh.

Gejala umumnya adalah batuk pilek yang lebih parah, nyeri kepala bertambah, serta rasa nyeri pada daerah sinus frontalis dan maksilaris.

Proses sinusitis sering menjadi kronis dengan gejala cepat lelah dan sulit berkonsentrasi. Kadang-kadang disertai sumbatan hidung, nyeri kepala hilang timbul, serta bersin terus-menerus dan ingusan.

Penutupan tuba atau saluran Eustachii juga merupakan salah satu komplikasi batuk pilek. Saluran yang buntu menimbulkan gejala tuli dan infeksi bisa menembus langsung ke daerah telinga tengah dan menyebabkan otitis media akut.

Gejala otitis media akut pada anak kecil dan bayi dapat disertai suhu badan yang tinggi (hiperpireksia) dan kadang-kadang menyebabkan kejang demam.

Penyebaran infeksi sekunder dari nasofaring ke arah bawah bisa menyebabkan radang saluran napas bagian bawah, misalnya laringitis, trakeitis, bronkitis, dan bronkopneumonia. Di samping itu, dapat pula terjadi komplikasi yang lebih berat, contohnya meningitis purulenta.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa langkah supaya tidak gampang tertular penyakit batuk pilek, yaitu: a. Jika kondisi tubuh orang tua, anak, dan anggota keluarga lainnya kurang fit sebaiknya menghindari terlalu banyak kontak dengan penderita batuk pilek.

b. Sehabis kontak dengan penderita atau benda-benda serta permukaan tempat yang kemungkinan terkontaminasi virus, segeralah mencuci tangan. Sabun biasa yang digunakan memang tidak bisa membunuh virus tetapi membantu melepaskan dari tangan dan jari-jari.

c. Jauhkan jari-jari dari mata, mulut, atau hidung.

d. Usahakan menghindar jika ada orang yang batuk atau bersin.

e. Bersihkan permukaan benda-benda keras di sekeliling dengan desinfektan.

Lantas bagaimana jika Anda atau si buah hati telanjur mengalami gejala batuk pilek? Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.

1. Pastikan cukup istirahat, lepaskan sejenak rutinitas sehari-hari, dan usahakan untuk menghalau stres. Tubuh perlu beristirahat agar mampu memerangi batuk pilek.

2. Minum banyak cairan terutama air putih, jus buah segar, atau teh herbal panas.

3. Mengonsumsi sup sayuran dengan bumbu bawang putih akan sangat membantu karena bawang putih mengandung banyak bahan kimia yang berfungsi antimikroba, antivirus, dan antiprotozoa.

4. Vitamin C dalam dosis tetentu meskipun tidak mengobati bisa mengurangi keparahan penyakit atau memperpendek selang waktu gejala.

5. Minyak esensial yang mengandung eucalyptus dan menthol telah lama digunakan untuk mengatasi batuk pilek dan flu.

6. Untuk mengatasi batuk buat ramuan madu dan jeruk nipis. Jika parah, buatlah ramuan lidah buaya dan madu.

7. Jika batuk pilek berlanjut, segera ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat, misalnya menggunakan obat untuk meredakan batuk pilek yang membandel.

Sering terjadi anak-anak menjadi semacam percobaan berbagai jenis obat batuk pilek yang banyak beredar di pasaran. Satu tidak cocok lalu ganti yang lain, begitu seterusnya.

Obat yang dijual di apotek tidak selalu dapat mengatasi masalah setiap penderita. Bahkan sering terjadi batuk pilek malah menjadi lebih parah dan berkepanjangan.

Seorang ahli farmakologi menyebutkan efedrin dosis kecil dicampur dengan antihistamin yang efektif merupakan obat terbaik untuk meredakan batuk dan gejala pilek.

Jika penyakit tidak juga mereda, sebaiknya konsultasi dengan dokter. Terakhir yang tidak kalah penting adalah mencari faktor pencetusnya. Kalau sudah ditemukan, hindarilah! (Bambang Tri Subeno, wartawan Suara Merdeka di Semarang27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA