| Senin, 31 Juli 2006 | PANTURA |
Belum Dibebaskan, Gelar Istighotsah
TEMARAM lampu tampak menerangi lapangan SD Negeri 4 Kalisapu, Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu (29/7) malam. Saat itu, ribuan orang khusyuk melantunkan doa-doa mengangungkan asma Allah. Tahlil, tahmid, dan tasbih terdengar berkumandang membahana. Baik laki-laki, perempuan, orang tua, dan anak-anak khidmat mengikuti istighotsah bertajuk "Doa Bersama untuk Bangsa dan ABK Dong Won 628 yang Disandera di Somalia". Ya, malam itu warga Kalisapu dan sekitarnya memohon kepada Tuhan supaya memberikan kemudahan untuk pembebasan tujuh pelaut asal Kabupaten Tegal. Sejak empat bulan lalu, mereka disandera di Somalia. Ketujuh pelaut asal Kabupaten Tegal, yang dikabarkan hilang di Lautan Somalia, Afrika, itu diduga disandera oleh kelompok separatis. Mereka adalah dua warga Desa Kalisapu, yakni Wardono dan Nursaid, dua warga Kelurahan Kagok, Kecamatan Slawi, yakni Mulyadi dan Nur Iman. Kemudian, dua penduduk Desa Pendawa, Riyanto dan Iswanto, serta Moch Ujer, warga Desa Tegalandong, Kecamatan Lebaksiu. Wardi, warga Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, tampak terpukul atas kejadian yang menimpa kedua anaknya, Riyanto dan Iswadi. "Saya berharap, dia segera kembali," katanya lirih sembari menunjukkan foto kedua anaknya itu. HM Kasriyanto, panitia penyelenggara, mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang sedang tertimpa musibah. Pihaknya berharap agar pemerintah serius untuk membebaskan para korban. Hal senada diungkapkan Sutono, salah satu keluarga korban penyanderaan. Dia mengatakan, pihaknya meminta kepada Bupati Tegal untuk memfasilitasi menyediakan kuasa hukum, transportasi, akomodasi, serta kebutuhan lainnya. "Kami ingin bertemu dengan Presiden dan Kedutaan Besar Somalia di Indonesia," ujarnya. Bupati Tegal, Agus Riyanto, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Departeman Luar Negeri (Deplu) RI. Sebab, permasalahan tersebut terkait dengan hubungan internasional. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kini, para ABK dalam keadaan sehat dan aman. Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk pembebasan anak buah kapal (ABK) Dong Won 628 tersebut sudah disiapkan sejumlah uang. "Yang jelas, kami akan memfasilitasi keluarga korban," tegasnya. (Aris Mulyawan-54h) |