logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Juli 2006 PANTURA
Line

Sebagian Besar Korban Tinggalkan Pekerjaan

  • Kasus Penipuan Canaker

BREBES- Ratusan calon tenaga kerja (canaker) yang menjadi korban penipuan ternyata mayoritas sudah bekerja. Mereka tergiur bujukan calo penyalur tenaga kerja, karena dijanjikan mendapat gaji yang besar dan fasilitas yang baik.

Mereka pun rela keluar dari pekerjaan lamanya. Pasalnya, di tempat baru sebagaimana dijanjikan penyalur lebih enak. Para canaker itu dijanjikan akan ditempatkan di PT Pertamina di Ciamis.

"Bagaimana tidak tergiur, saya saat itu dijanjikan menjadi staf kantor dengan gaji Rp 1,3 juta per bulan ditambah fasilitas sepeda motor. Kalau tahu begini saya tidak akan melepas pekerjaan lama," ungkap Pegi Nurwanto (28), salah seorang korban asal Jakarta Timur, kemarin.

Dia kemarin masih berada di Brebes bersama korban lainnya. Jumat (28/7) malam lalu dia bersama ratusan korban melapor ke Mapolres Brebes atas kerugian yang diderita.

Pemuda berijazah sarjana muda ekomomi tersebut mengaku sebelum melamar menjadi canaker di calo yang bernama Ali Mustofa, bekerja di PT Wintrat Jaya, Jakarta Timur.

Di perusahaan tersebut dia sudah bekerja selama tiga tahun dengan gaji Rp 850.000 per bulan.

Dia terpaksa keluar dari pekerjaan lama sebagai petugas pengontrol kualitas barang, karena di tempat baru yang dijanjikan itu, bakal memperoleh gaji lebih besar.

"Saya saat ini bingung dan hanya bisa pasrah. Gara-gara persoalan itu saya harus menganggur. Mau kembali bekerja di perusahaan yang dulu malu, karena sudah izin keluar mau kerja di Pertamina," ujarnya.

Dia mengatakan, lowongan pekerjaan tersebut diketahui dari calo penyalur yang bernama Ali Mustofa. Orang tersebut selama ini mengontrak rumah di sekitar tempat tinggalnya di Jakarta Timur.

Sangat Meyakinkan

Kali pertama, pria itu datang menawarkan lowongan pekerjaan dengan sangat meyakinkan. "Dari penampilannya sangat rapi dan meyakinkan.

Setiap datang ke rumah selalu berdasi dengan membawa berkas lowongan pekerjaan, sehingga membuat saya percaya. Bahkan, saat dimintai uang Rp 375.000 sebagai biaya administrasi saya tidak keberatan," paparnya.

Nasib serupa juga menimpa Eko Sutikno (25), korban lain asal Jakarta. Dia juga terpaksa keluar dari pekerjaan lamanya sebagai karyawan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) lantaran ingin bekerja di PT Pertamina.

Di tempat itu lelaki bujangan tersebut menerima gaji Rp 1 juta. "Kalau tahu seperti ini inginnya menangis," katanya, tertunduk.

Mengapa mereka melaporkan kasusnya di Brebes, karena sesuai dengan perjanjian mereka akan diberangkatkan dari Gedung Islamic Center Jl Yos Sudarso, Kota Brebes pada Jumat, 28 Juli 2006 pukul 14.00.

Karena sampai malam hari tidak ada keputusan keberangkatan, mereka akhirnya melapor ke polisi. Dan, seorang petugas bernama Kastafudin yang diutus Ali Mustofa akhirnya diamankan ke Mapolres.

Hingga kemarin Kastafudin warga Dukuh Sigempol, Desa Randusanga Kulon, masih dimintai keterangan sebagai tersangka.(bs-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA