logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Juli 2006 PANTURA
Line

Transaksi Lelang Ikan Turun 30 Persen

TEGAL - Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, transaksi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalsari Kota Tegal turun hingga 30 persen. Kondisi tersebut menyebabkan harga ikan di pasaran naik hingga sekitar 15 persen.

Data dari Kantor Pelelangan Ikan Tegalsari menyebutkan, volume lelang hingga tanggal 27 Juli hanya 130.000 kilogram, dengan nilai transaksi Rp 210 juta. Angka tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan transaksi di bulan Juni dan Mei.

Pada bulan Juni, volume pelelangan ikan mencapai 149.256 kilogram, dengan nilai transaksi Rp 393,403 juta. Sementara itu, pada bulan Mei, volume lelang 243.084 kilogram, dengan nilai transaksi Rp 759,485 juta.

Menurut Kepala TPI Tegalsari, Agus Budiono, penurunan dalam dua bulan terakhir tergolong drastis. Lelang dari bulan Mei ke Juni turun hingga 50 persen dan dari bulan Juni ke Juli 30 persen. Hal itu terjadi akibat menurunnya hasil tangkapan nelayan. Penyebabnya, antara lain pengaruh musim dan faktor oceanografi.

Selama ini, sebagian besar nelayan di Tegalsari menggunakan perahu jenis cantrang dan mengambil ikan dasar, seperti, pirik, cumi-cumi, mata goyang, mata besar, kurisi, dan kuniran.

Pada musim angin timur seperti saat ini, lanjut Agus, ikan dasar tidak banyak ditemukan di lautan. Hal itu dipengaruhi faktor oceanografi, yakni arus dasar. Pasalnya, arus dasar tidak berjalan tenang dan cenderung bolak-balik, sehingga ikan tidak bisa terkumpul. Hal itu menyulitkan nelayan saat hendak menangkapnya.

Sering Merugi

Menurut Agus, seharusnya pada musim seperti saat ini, nelayan menggunakan alat tangkap ikan permukaan, seperti, ikan layang, kembung, tanjan, tongkol, dan tengiri. Namun, untuk mengganti alat tangkap pada kapal tidak bisa dilakukan begitu saja.

Hal itu memerlukan pengubahan struktur dan dimensi kapal. Di tengah krisis saat ini, nelayan tidak mampu lagi melakukannya.

Bahkan, hingga kini, masih banyak nelayan yang tidak melaut akibat tidak mampu membeli bahan bakar. Dari sekitar 150 kapal cantrang di Tegalsari, sekitar 60 persen tidak melaut.

Agus menambahkan, akibat penurunan volume lelang, harga ikan di TPI Tegalsari naik hingga 15 persen.

Kenaikan tersebut akibat terbatasnya pasokan ikan dan tingginya permintaan pedagang. Meski demikian, hasil tangkapan ikan diperkirakan mulai membaik pada bulan Agustus mendatang, saat memasuki musim angin barat.

Salah seorang nelayan kapal cantrang di Tegalsari, Edi, mengaku, saat ini sering merugi akibat sedikitnya hasil tangkapan ikan.

Menurutnya, biaya perbekalan sekali melaut untuk jangka waktu satu bulan mencapai Rp 35 juta. Namun, hasil lelang yang diperoleh hanya sekitar Rp 25 juta. Meski demikian, dia tetap nekat melaut agar dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

"Meski kondisi sekarang sedang kritis, saya terpaksa tetap melaut. Sebab, itu satu-satunya pekerjaan yang bisa saya lakukan hingga saat ini," ujarnya. (H17-65h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA