| Senin, 31 Juli 2006 | OLAHRAGA |
OFFSIDELayar Lebar di Halaman StadionANTISIPASI ledakan penonton sudah dilakukan panpel pada laga puncak Liga Djarum Indonesia. Sebuah layar lebar dibentangkan di halaman Stadion Manahan guna menayangkan siaran langsung dari dalam arena. Jadilah layar tersebut sebagai jujugan para penonton tanpa karcis, yang enggan menerobos masuk. ''Enak juga nonton begini. Kenapa tidak sejak delapan besar dulu panitia menyiapkan layar lebar,'' celetuk seorang penonton. Memang, tayangan lewat layar lebar baru kali ini disediakan panpel saat final. Pada babak ''8 Besar'' yang dimulai di Manahan sejak 18 Juli lalu maupun saat semifinal, Kamis (27/7), layanan gratis bagi masyarakat itu tak pernah tersedia. (D11,P44,H13,F3-40) Umbul-umbul Nyaris Dijarah BERAKHIRNYA penyelenggaraan kompetisi Liga Djarum Indonesia musim ini, dimanfaatkan sebagian orang untuk mencoba mendapatkan ''kenang-kenangan''. Seusai penutupan di Stadion Manahan semalam, sejumlah penonton yang akan meninggalkan lapangan, iseng menjarah umbul-umbul di depan pintu masuk VVIP. Setelah menoleh ke kanan-kiri dan merasa ''aman'', beberapa di antara mereka dengan percaya diri lalu melepas kain panjang itu dari tiangnya. Berhasil. Tetapi ternyata pengamatan situasi awal mereka salah. ''He... mau dibawa ke mana? Ayo umbul-umbul itu kembalikan,'' hardik seorang anggota Poltabes Surakarta yang mengetahui kejadian tersebut. Dengan malu-malu, kain yang sudah telanjur dilipat itu pun ''terpaksa'' diserahkan petugas. (D11,H13,F3,P44-40) Wartawan Tak Dapat Tempat FINAL Liga Djarum Indonesia yang digelar di Stadion Manahan Solo antara PSIS Semarang melawan Persik Kediri, membuat stadion berkapasitas 24.500 penonton itu penuh sesak. Sejak diputar babak ''8 besar'' lalu, para wartawan peliput disediakan tempat tersendiri, yakni di tribune tertutup, berdekatan dengan blok VVIP. Ada tulisan ''Khusus Media'' di salah satu sudut. Saat berlangsung final, tempat duduk wartawan yang tersedia sekitar 100 kursi itu pun sesak. Namun ada di antara penggunanya petugas kepolisian berseragam lengkap, suporter dan pemain asing Persmin Minahasa. Banyak wartawan yang terpaksa berdiri karena tak lagi ada kursi kosong. Salah seorang peliput yang akhirnya kepayahan, memberanikan diri meminta jatah kursinya. Yang dimintai dengan tersipu-sipu angkat kaki. (P44,D11,H13,F3-40) |