| Senin, 31 Juli 2006 | OLAHRAGA |
Ditahan PSJS, Persijap Yr Hampir Pasti TersingkirJEPARA - Gagal meraih poin penuh pada pertandingan terakhir, Minggu (30/7) kemarin, menjadikan nasib Persijap Yunior kritis. Tampil tanpa kekuatan penuh, tim asuhan Bagong Harmadi ditahan oleh PSJS 0-0 pada lanjutan pertandingan Babak II Zona Jawa Grup IX Kompetisi Liga Remaja/U-18 Piala Suratin di Stadion Rawamangun Jakarta Timur. Persijap yang sudah menyelesaikan seluruh pertandingan, hanya memperoleh nilai lima, selisih gol 2/4, hasil sekali menang, dua kali seri, dan sekali kalah. Arema yang memperoleh nilai sama-sama lima, lebih berpeluang untuk lolos ke babak berikutnya, karena memiliki selisih gol 2/1, dan masih menyisakan satu pertandingan melawan PSJS Selasa (1/8) besok. Asal tidak kalah lebih dari tiga gol, Arema bakal mendampingi PSISra yang sudah lolos dengan mengantongi nilai tujuh. Tim asal Sragen masih menyisakan satu partai melawan Persida Senin (31/7) sore ini. ''Peluang untuk mencetak gol ada, namun kami tidak punya ujung tombak,'' ujar Bagong Harmadi saat dihubungi menjelang kepulangan tim tadi malam. Sama ketika dikalahkan PSISra 0-3, Kamis lalu, Persijap krisis pemain. Lagi, Bagong terpaksa memasang kiper ketiga, Joko Ribowo, untuk menjadi striker pada partai kemarin. Selain kehilangan dua bek tangguh, Gunawan dan Novi - yang diganjar kartu merah, Persijap harus melepas empat pemain yang dipanggil Timnas untuk Kejuaran Pelajar Asia di Thailand, 5-8 Agustus mendatang. Mereka adalah Latif Cheng, Dani, dan Eko Prasetyo Rabu lalu, dan giliran Nanang (bek sayap) dipanggil Jumat lalu. Bagong menjelaskan, pada pertandingan kemarin, selain memasang kiper cadangan menjadi striker, Persijap hanya memiliki dua pemain cadangan. (kar-28) |