logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Juli 2006 OLAHRAGA
Line

Calo Ugal-ugalan, Tiket VIP Rp 200 Ribu

SOLO - Ugal-ugalan. Harga tiket untuk menonton final kompetisi Liga Djarum Indonesia 2006 di Stadion Manahan Solo, semalam melambung hingga tiga kali lipat dari nominal resmi. Mereka yang membeli tiket VIP lewat calo sebelum duel PSIS Semarang versus Persik Kediri dimulai, harus rela menyodorkan uang Rp 150 ribu. Padahal, harga resmi kursi di tribune barat bagian tengah itu ''cuma'' Rp 50 ribu.

Bahkan sekitar sejam sebelum duel digelar, ada beberapa calo yang mematok tarif hingga Rp 200 ribu untuk selembar tanda masuk. ''Nggak bisa kurang. Kalau tidak mau Rp 200 ribu ya sudah,'' kata seorang calo yang berada di sekitar pintu masuk loket A12.

Untuk tiket tribune tertutup di sayap kanan-kiri VIP, harga yang ditawarkan mencapai Rp 100 ribu. Harga resminya Rp 30 ribu. Sementara karcis tribune terbuka yang semestinya Rp 20 ribu bagi penonton reguler, dijual berlipat-lipat menjadi Rp 70 ribu - Rp 75 ribu.

Repotnya, tidak banyak pecinta bola yang bisa membeli tanda masuk lewat jalur resmi. Sebab, sebelum loket penjualan tiket dibuka sekitar pukul 13.00 pun sudah banyak orang yang antre. Sebagian besar di antara mereka membeli secara borongan. Patut dicurigai para pengantre tersebut adalah calo.

Yang juga mengundang tanda tanya, tanda masuk VIP berharga resmi Rp 50 ribu dikabarkan sudah habis sebelum kiriman bendel-bendel tiket yang dicetak Badan Liga Indonesia (BLI) itu tiba di Stadion Manahan. ''Katanya sih sudah habis. Padahal, sekarang saja kiriman tiket itu belum datang,'' kata Budi, salah seorang petugas tiket.

Ironisnya, saat pertandingan akan digelar, penonton di tribune tertutup meluap, termasuk di blok tempat duduk wartawan. Mereka bahkan duduk berdesakan di antara kursi dan memadati tangga yang merupakan jalur lewat penonton. Kemungkinan terjadi kebocoran pada penjagaan pintu masuk. Sebab, meski sejumlah petugas panpel sempat melakukan sweeping tiket di kursi VIP, luapan penonton di tribune itu tetap saja terjadi.

Laga puncak itu diperkirakan ditonton langsung sekitar 50 ribu orang. Padahal kapasitas normalnya hanya 24.500 orang. Sekitar pukul 17.30, pintu bagian tenggara sempat dibobol massa. Mereka yang mencoba merangsek masuk segera dihalau polisi. Namun menjelang pertandingan dimulai, giliran pintu barat daya yang dibobol. Mereka masuk hingga di bagian bawah tribune dengan penjagaan ketat dari polisi.

Stadion penuh sesak. Luberan besar di sektor barat baru berhenti (tak bertambah) setelah pertandingan berjalan sekitar 10 menit. Mereka seluruhnya adalah pendukung PSIS, yang sudah tiba di Solo sejak pukul 11.00. (D11,F3,H13,P44-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA